SEMARANG, beritajateng.tv – Rentetan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus terjadi di provinsi Jawa Tengah. Setelah di Kota Semarang, Kabupaten Grobogan, Kudus, Rembang, Blora, Pati, dan Purworejo, kali ini terjadi di Kabupaten Batang.
Korban keracunan MBG di di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang tersebar di sejumlah lokasi. Lebih dari 300 siswa, dan wali murid dari 11 lokasi mengalami gejala keracunan MBG.
Para penerima manfaat tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren. Makanan MBG kabarnya berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, pada Selasa, 22 September 2026.
Sejumlah siswa dan guru mulai merasakan gejala gangguan kesehatan pada Rabu sore hingga malam hari.
Kondisi Pasien Keracunan MBG
Dalam rilis resmi pada Kamis, 24 September 2026, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, mengatakan, kondisi pasien yang menjalani perawatan di RSUD Batang menunjukkan perkembangan yang membaik.
Ida mengaku terus memantau kondisi pasien hingga hari ini. Dia mengatakan, kondisi pasien sudah mulai baik.
BACA JUGA: Rentetan Kasus Keracunan MBG di Pati, Gus Yasin: Perhatikan SOP, Jangan Lempar-lemparan
dirinya memantau kondisi pasien hingga hampir tengah malam dan kembali melakukan pemantauan pada Kamis pagi.
“Sejauh saya memantau pagi ini kondisi aman. Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik semuanya,” katanya.
Bantah Kabar Ada Pasien Meninggal Dunia
Ida membantah kabar yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam kasus dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang.
Apabila terdapat pasien yang meninggal dunia, kata Ida, fasilitas pelayanan kesehatan akan segera melaporkan kondisi tersebut kepada Dinkes.
“Kalau ada laporan yang meninggal pasti iya. Kalau ada yang meninggal pasti kita langsung ditelepon. Belum meninggal pun pasti sudah telepon,” katanya.





