SEMARANG, beritajateng.tv – Film The Boy and the Heron kini tengah menjadi objek sorotan warganet di sosial media. Berikut 5 (lima) fakta menarik tontonan dari studio Ghibli tersebut.
The Boy and the Heron yang tayang pada 13 Desember 2023 ini memantik rasa penasaran pecinta film sejak film tersebut menduduki puncak Box Office di Amerika beberapa waktu lalu.
Sebenarnya, film The Boy and the Heron sudah tayang lebih dahulu di negara asalnya, Jepang pada Juli 2023.
Kembalinya film Ghibli di dunia hiburan ini menjadi hal yang cukup membahagiakan bagi para pecinta film, terlebih bagi mereka yang sudah mengikuti Hayao Miyazaki, sang kreatornya, sejak dahulu.
Ya, tontonan ini merupakan karya animasi dari Hayao Miyazaki setelah 10 tahun sempat akan pensiun.
Hayao Miyazaki merupakan animasi legendaris Jepang yang telah menelurkan banyak karya monumental. Sebut saja My Neighbor Totoro (1988), Spirited Away (2001), hingga Princess Mononake (1997).
Dengan beberapa karya terbaik miliknya, tak heran, comeback Hayao Miyazaki ini langsung mencuri atensi pecinta film di Indonesia.
Film animasi satu ini menceritakan kehidupan seorang laki-laki bernama Mahito Maki yang kehilangan ibunya. Ayahnya lalu menikah lagi dengan perempuan bernama Natsuko.
Natsuko merupakan adik dari mendiang ibunya.
BACA JUGA: Film The Boy and The Heron Berhasil Duduki Puncak Box Office Amerika, Kapan Rilis di Indonesia?
Cerita berlanjut saat mereka pindah dan melanjutkan hidup di sebuah pedesaan. Di sana, Mahito tiba-tiba bertemu dengan seekor bangau yang bisa berbicara. Hewan unik ini mengajak Mahito pergi ke sebuah menara yang konon sedang dikunjungi mendiang ibunya. Dari tempat itu, sebuah petualangan tidak biasa dimulai.
Berikut fakta-fakta film The Boy and The Heron
1. Terinspirasi sastra klasik Jepang
Kabarnya, film animasi ini terinspirasi dari sebuah novel sastra klasik Jepang berjudul Kimi-tachi wa Do Ikiru ka yang merupakan karya Genzaburo Yoshino pada 1937.
Cerita di dalam novel juga sama-sama menceritakan proses kehilangan. Pada versi novel, kisah yang diceritakan mengambil sudut pandang anak laki-laki yang mencoba bertahan dan menjadi dewasa setelah kepergian sang ayah.
2. Film pembuka TIFF 2023
TIFF merupakan salah satu festival bergensi dan terbesar di dunia. Dalam acara tersebut, film animasi asal Jepang ini bahkan dudapuk sebagai film pembuka dalam Toronto International Film Festival (TIFF) 2023.
3. Tayang tanpa promosi di Jepang
Karya teranyar Hayao Miyazaki ini tampaknya cukup percaya diri di Jepang. Dalam perilisan di negara asalnya itu, film ini nyaris tanpa promosi apa pun. Tidak ada promosi di televisi atau media sosial besar-besaran. Studio Ghibli juga kabarnya hanya memberikan tanggal perilisan dan poster saja di media sosial.
4. Masuk 3 besar film rating terbaik
Film The Boy and The Heron ini memperpanjang deretan film Hayao Miyazaki yang mendapat rating di atas 90 persen versi Rotten Tomatoes. Bahkan, saat ini film tersebut menempati urutan ketiga sebagai film karya Hayao yang memiliki rating paling tinggi.
BACA JUGA: Film Panggonan Wingit Ternyata Adaptasi Kisah Nyata Hotel di Semarang, Ini Ceritanya
Seperti beritajateng.tv lansir pada 12 Desember 2023, saat ini film animasi tersebut mendapat rating 96 persen. Film ini hanya kalah dari Kiki’s Delivery Service dan Spirited Away yang berada di urutan pertama dan kedua.
5. Sempat digosipkan karya terakhir Hayao Miyazaki
Tontonan satu ini sempat diisukan menjadi karya terakhir dari Hayao Miyazaki. Namun, belakangan sutradara gaek itu dikabarkan masih akan membuat sejumlah film baru dan memperpanjang jejak kekaryaannya.
Menurut CBC, Eksekutif Studio Ghibli Junichi Nishioka mengatakan sang sutradara saat ini tengah mengerjakan ide baru untuk garapan selanjutnya.(*)





