Jateng

5 Jenis Lomba Kaligrafi MTQ Nasional 2026 di Semarang, Peserta Capai 380 Orang

×

5 Jenis Lomba Kaligrafi MTQ Nasional 2026 di Semarang, Peserta Capai 380 Orang

Sebarkan artikel ini
MTQ Nasional Jawa Tengah
Pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu, 12 September 2026. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

BACA JUGA: Meriahkan MTQ Nasional, Pemkot Semarang Gelar Nostalgia Dugderan dan Bazaar Kauman Kampung Quran

Penilaian Kaligrafi Utamakan Ketepatan dan Keindahan Huruf

Didin mengatakan, penilaian lomba kaligrafi mencakup tiga aspek. Tiga aspek memiliki presentasi nilai-nilai terssendiri. Khusus pada golongan hiasan mushaf dan dekorasi, unsur huruf mendapatkan porsi penilaian lebih besar dibandingkan hiasan.

“Yang pertama, kebenaran kaidah huruf. Yang kedua, keindahan huruf. Dan yang ketiga, keindahan hiasan. Tapi kalau dijumlah, huruf itu mendapatkan porsi penilaian 60% maksimal. Sedangkan hiasan 40. Itu berarti huruf itu lebih diutamakan daripada hiasan,” katanya.

Komposisi tersebut, ucap Didin, menunjukkan ketepatan dan keindahan tulisan tetap menjadi unsur utama dalam penilaian karya kaligrafi. Selain aspek penilaian, Didin mengatakan karya yang dilombakan dalam MTQ Nasional dibuat secara langsung oleh peserta.

Hal itu menjadi salah satu pembeda dengan sejumlah lomba kaligrafi internasional yang memberikan waktu pengerjaan karya jauh lebih panjang sebelum dikirimkan kepada panitia.

“Jadi karya-karya yang ditampilkan itu memang secara direct dilakukan dan ditulis. Ini berbeda dengan lomba-lomba kaligrafi internasional yang jumlahnya ada 20. Mereka itu mengirimkan karya dalam jangka 4 bulan, 6 bulan, bahkan ada yang 1 tahun sekali. Tapi hanya di Indonesia lomba kaligrafi itu langsung,” katanya.

Sejarah MTQ 1979

Lebih jauh, kata Didin, pelaksanaan MTQ XXXI di Semarang juga membawa Didin kembali pada sejarah penyelenggaraan MTQ XI Tahun 1979. Saat itu, Semarang menjadi lokasi pertama digelarnya pameran seni lukis Islami dalam rangkaian MTQ.

Didin menyebut sejarah tersebut kembali berulang setelah 47 tahun. Semarang kembali menjadi lokasi pameran kaligrafi internasional dalam rangkaian MTQ XXXI Tahun 2026.

“Tadi saya bilang Pak Gubernur, niatkan bahwa tahun 1979 itu lah pertama kali diadakan pameran seni lukis Islami di MTQ ke-11 tahun 1979 di Semarang. Nah, 47 tahun kemudian sampai sekarang, kita ngadain lagi pameran, pameran kaligrafi internasional di di mall sana itu, Ciputra,” katanya.