Gaya Hidup

5 Mitos Jawa yang sampai Sekarang Masih Dipercaya, Hati-hati soal Jodoh

×

5 Mitos Jawa yang sampai Sekarang Masih Dipercaya, Hati-hati soal Jodoh

Sebarkan artikel ini
Mitos Jawa Tektok Gunung
Ilustrasi puncak gunung. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Hingga kini masih banyak kebudayaan dan kearifan lokal orang Jawa yang bersinggungan dengan sejumlah mitos. Bahkan mitos Jawa tersebut di antaranya kerap menjadi prinsip  dalam kehidupan sehari-hari.

Utamanya bagi orang-orang yang tinggal di wilayah pedesaan, dan masih menjunjung tinggi unggah ungguh dan mitos-mitos tersebut turun temurun. Memang ada juga yang sudah berangsur-angsur menghilangkannya, tetapi sebagian besar tetap melakukannya.

Misalnya generasi sekarang yang sudah berpikir digital, mau tak mau ada juga yang menjadikannya sebagai ikhtiar. Mereka menjadikan petuah dari orang tua sebagai nasehat yang harus mereka taati, tapi bukan untuk mempercayainya.

Budaya unggah ungguh dalam keseharian masyarakat Jawa, merupakan sebuah keharusan. Misalnya orang yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua masih mereka pegang teguh sebagai simbol kepatuhan.

Meskipun nasehat sering mereka identikan sebagai larangan, tetapi ada juga yang menganggapkan sebagai bagian dari rasa cinta orang yang lebih tua. Salah satu mitos Jawa itupun menjadikan orang Jawa, terkenal sebagai pribadi yang memiliki sopan santun yang tinggi.

BACA JUGA: Sinopsis Film Kajiman, Angkat Mitos Jawa dari Weton Hingga Iblis Penagih Janji

Mitos sendiri adalah merujuk pada cerita atau kisah tradisional yang melekat dalam suatu budaya atau masyarakat. Seringkali mitos ini memiliki elemen-elemen supranatural atau fantasi. Di bawah ini 5 mitos Jawa yang masih beberapa orang percayai sampai sekarang.

Utamanya pada keluarga yang masih memegang teguh adab dan budaya Jawa dalam kesehariannya.

5 mitos Jawa yang sering kita jumpai

Mitos adalah kumpulan cerita atau legenda yang warisan dari generasi ke generasi. Biasanya mitos berfungsi sebagai bagian dari warisan budaya suatu kelompok manusia.

Mitos ini biasanya mengandung aspek-aspek simbolis, metaforis, atau alegoris yang membantu menjelaskan fenomena alam dan asal-usul dunia.

Selain itu juga dewa-dewi, pahlawan, dan makhluk-makhluk mistis, serta norma-norma dan nilai-nilai budaya, di antaranya sebagai berikut:

BACA JUGA: Resep Nasi Goreng Jawa Spesial, Mudah dan Mewah, Cocok Diikutkan Lomba Masak Nasi Goreng Mbak Ita

2. Tak Boleh Duduk di Depan Pintu
Bisa jadi di zaman sekarang hal itu sudah tidak relevan lagi. Tetapi tidak dengan sebagian besar orang Jawa yang masih meyakini bahwa duduk di depan atau tengah pintu akan mendatangkan kesialan.

Apalagi jika yang melakukan hal tersebut adalah seorang gadis, konon bisa menyebabkan sulit mendapat jodoh. Salah satu mitos Jawa ini berkembang massif untuk memberikan sebuah pesan kepada anak perempuan.

Bahwa duduk di depan maupun di tengah pintu, sebenarnya adalah hal yang tidak terpuji. Karena akan menghalang-halangi orang yang keluar masuk ke rumah atau ruangan berpintu tersebut.

Menjunjung tinggi adab sopan santun

2. Mengambil Makanan Sebelum Orang Tua
Pamali adalah mitos di tanah Jawa yang sampai sekarang masih membudaya, salah satunya adalah mengambil makanan sebelum orang tua. Karena itu dalam budaya Jawa, kita baru boleh mengambil makanan setelah orang tua mengambil makanan mereka.

Ternyata mitos ini beralasan logis, sebagai pelajaran untuk mendidik anak-anak. Mereka harus selalu menghargai orang tua atau orang yang lebih tua di mana dan kapan pun. Itulah mengapa adab dan budaya sopan satun di Jawa masih sangat warga dan masyarakatnya junjung tinggi.

BACA JUGA: Menguak Keunikan dan Keanekaragaman Aksara Jawa dalam Berbagai Bentuk dan Gaya

3. Memotong Kuku di Malam Hari
Memotong kuku adalah salah satu aktivitas rutin untuk menjaga kebersihan. Namun, jika baru sempat memotong kuku di malam hari, ternyata bagi sebagian orang hal tersebut harus dihindari.

Kenapa? Mitos yang berkembang, jika tetap dilakukan dapat menyebabakan musibah.

Jika ditelisik lebih detail, mitos Jawa itu berupa peringatan karena di malam hari cahayanya tidak seterang di siang hari. Sehingga jika dilakukan, dikuatirkan akan menimbulkan luka atau kuku kependekan.

4. Larangan Keluar Rumah Saat Maghrib
Waktu kecil pasti sering mendapat nasihat tidak boleh keluar rumah saat waktu Maghrib. Karena saat maghrib, matahari sudah tenggelam dan hari menjadi gelap.

Mitos ini, berkembang dari generasi ke generasi untuk menakut-nakuti anak-anak yang bermain sampai lupa waktu. Sehingga agar mereka pulang, munculah mitos tersebut.

Kepercayaan tentang Nyi Roro Kidul

5. Memakai Baju Berwarna Hijau ke Pantai
Pasti sudah sering mendengar mitos ini ya. Anjuran untuk tidak memakai baju warna hijau saat ke Pantai. Mitos ini berkembang, bahwa pantai merupakan daerah kekuasaan Nyi Roro Kidul.

BACA JUGA: Siswa SD Diajak Nguri-uri Budaya Jawa Lewat Festival Tunas Bahasa Ibu

Nyi Roro Kidul sendiri digambarkan mempunyai pakaian kebesaran serba hijau. Sehingga, dilarang untuk menyamai warna pakaian tersebut, karena bisa memicu kemarahan Nyi Roro Kidul dan menyeretnya ke dasar laut.

Ternyata secara sains, memakai baju warna hijau akan menyulitkan jika terjadi kecelakaan atau musibah di laut. Karena pakaian berwarna hijau akan menyerupai warna air laut, sehingga tim SAR akan kesulitan mengidentifikasi korban yang menggunakan baju hijau tersebut.

Itulah 5 mitos Jawa yang hingga kini masih melekat dengan kehidupan sehari-hari orang Jawa di mana pun berada. Semohga bermanfaat.***

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp