Pendidikan

Siswa SD Diajak Nguri-uri Budaya Jawa Lewat Festival Tunas Bahasa Ibu

×

Siswa SD Diajak Nguri-uri Budaya Jawa Lewat Festival Tunas Bahasa Ibu

Sebarkan artikel ini
Festival Bahasa Jawa Semarang
Siswa-siswi SD di Kota Semarang mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu, di SD Negeri Pekunden, Rabu 2 Agustus 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan Kota Semarang kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di SDN Pekunden Semarang, Rabu 2 Agustus 2023.

Festival Tunas Bahasa Ibu ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan minat bakat bahasa ibu, terutama bahasa Jawa pada generasi muda siswa-siswi Sekolah Dasar (SD).

Sebanyak 128 peserta dari SD negeri maupun SD swasta mengikuti festival tersebut. Para peserta mewakili 16 kecamatan di Kota Semarang. Berbagai perlombaan mengisi acara tersebut. Seperti lomba pidato berbahasa Jawa, mendongeng berbahasa Jawa, menulis cerkak (cerita pendek), serta membaca dan menulis aksara Jawa.

BACA JUGA: Penutur Bahasa Jawa Kian Tergerus, Dosen FIB Undip Sebut Faktor Ini Jadi yang Utama

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kota Semarang, Parinem menyatakan, selain melestarikan bahasa Jawa, melalui festival ini pihaknya ingin agar bahasa ibu di Jateng tidak punah.

Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk memperkuat siswa agar memiliki pedoman dan bekal ilmu pada kemudian hari. Apalagi, budaya Jawa cenderung mengedepankan unggah-ungguh dan sopan-santun.

“Kami juga berupaya untuk memperkuat siswa kita memiliki pedoman hidup. Termasuk dengan unggah-ungguhnya juga,” ucapnya kepada beritajateng.tv di SD Negeri Pekunden, Rabu 2 Agustus 2023.

Pada tahun 2022 lalu, Kota Semarang berhasil meraih juara 1 di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada cabang lomba mendongeng dan pidato.

Keberhasilan ini kemudian memberikan kesempatan bagi wakil Kota Semarang untuk tampil di hadapan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim.

Festival Tunas Bahasa Ibu, wakil Semarang pernah maju ke tingkat nasional

Parinem pun berharap agar prestasi serupa dapat kembali pihaknya temukan dari siswa-siswi SD Kota Semarang.

“Lomba ini berjenjang mulai dari lomba tingkat sekolah, maju ke tingkat kecamatan, lalu setelah mendapat juara 1 tiap cabang lomba akan maju ke tingkat kota, dan yang terakhir maju ke tingkat provinsi sekitar bulan November nanti,” jelasnya.

Salah seorang peserta lomba mendongeng dari SDN Lamper Kidul 02, Meliana Daniel Putri, mengaku percaya diri. Ia menampilkan cerita dongengnya yang berjudul ‘Dumadine Pleburan’.

BACA JUGA: Unik! Tunjukkan Kecintaan akan Budaya Lokal, Dosen Bahasa Inggris Ini Tulis Novel Berbahasa Jawa

Untuk tampil pada FTBI tahun ini, Meliana mengaku melakukan persiapan dengan latihan selama kurang lebih 3 bulan. Meskipun, pada awalnya ia akan membawakan cerita bertajuk “Rawa Pening”.

“Awalnya Rawa Pening, tapi kemudian diganti dengan Pleburan dan itu latihan selama seminggu. Diganti karena kata guru saya tidak boleh langsung dari Semarang, jadi saya dipilihkan yang Pleburan,” lanjutnya.

Meliana sendiri tampil dengan berani dan fasih dalam melafalkan cerita berbahasa Jawa. Hal tersebut karena ia sering tampil di kelas dan tempat umum. Selain itu, menggunakan bahasa Jawa ngoko bersama ibunya selama di rumah. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp