Hukum & Kriminal

6 Mahasiswa Tersangka Ricuh May Day Semarang, Tim Hukum Minta Penahanan Ditangguhkan

×

6 Mahasiswa Tersangka Ricuh May Day Semarang, Tim Hukum Minta Penahanan Ditangguhkan

Sebarkan artikel ini
Praperadilan Mahasiswa | Mahasiswa May Day Semarang
Enam diduga tersangka perusuh aksi May Day Kota Semarang dihadirkan di Mapolrestabes Semarang. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Enam mahasiswa asal berbagai kampus di Semarang terlibat kasus kericuhan saat aksi May Day pada Kamis, 1 Mei 2025 lalu.

Mereka kini berstatus tersangka karena diduga terlibat bentrok dengan aparat dan perusakan fasilitas umum. Tim hukum tengah mendorong penangguhan penahanan untuk keenamnya.

Mahasiswa tersebut yakni MA, KM, dan AD dari Universitas Negeri Semarang; AN dari Universitas Semarang; MH dari Universitas Diponegoro; serta AZ dari Universitas Muhammadiyah Semarang.

Keenamnya beroleh pendampingan dari tim hukum gabungan dari YLBHI-LBH Semarang, LRC-KJHAM, LBH APIK, LBH Mawar Saron, dan LBH Bantu Sesama.

Perwakilan tim hukum, M. Safali, menyampaikan, saat ini pihaknya tengah melakukan konsolidasi untuk permohonan penangguhan.

BACA JUGA: Polisi Masih Buru Pelaku Penyanderaan Intel Polda Jateng Saat Ricuh May Day di Semarang

Ia menambahkan, komunikasi juga berlangsung dengan pihak kampus asal mahasiswa tersebut.  “Kami terus berupaya supaya penahanan tidak berlangsung lama,” jelas Safali pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Fajar Muhammad Andhika, salah satu pendamping hukum lain, menyebut dua kampus telah menyatakan kesediaan mengajukan permohonan resmi.

“Unnes dan USM sudah siap mengajukan penangguhan. Rencananya besok akan diajukan,” ujarnya.

BACA JUGA: Demo May Day di Semarang Ricuh, Polda Jateng Klaim Kelompok Anarko Gabung Mahasiswa

Tim hukum menyayangkan perlakuan terhadap mahasiswa tersebut. Mereka kini mendekam dalam sel tahanan narkoba dengan kondisi tangan terborgol.

“Kami sangat menyayangkan, perlakuan ini terasa kejam. Mereka bukan kriminal berat,” tegas Safali.

Menurut tim hukum, mahasiswa seharusnya terlindungi karena sedang menyuarakan aspirasi buruh, bukan pelaku kejahatan. Aksi sendiri berlangsung di depan Kantor DPRD-Gubernur Jateng pada 1 Mei 2025, dan berakhir ricuh. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp