SEMARANG, beritajateng.tv – Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Budi Setiyono meninjau Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 6 standar pelayanan minimal (SPM) Wijaya Kusuma, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Rabu, 23 September 2026.
Dia bilang, mekanisme pelayanan Posyandu di Kota Semarang dapat menjadi contoh penanganan stunting di daerah lain. Oleh karena, sistem tersebut sudah mencakup tahapan pencegahan hingga penanganan kasus stunting.
“Di sini saya kira ini cukup ideal. Di Posyandu ini, kalau perspektif kami itu sudah cukup ideal untuk mengoptimalkan penanganan stunting,” katanya.
Budi mengatakan, Posyandu tersebut telah menjalankan sejumlah tahapan penting. Mulai dari pendataan, pendaftaran, pengukuran berat dan tinggi badan, pelaporan, konsultasi dengan Puskesmas hingga pemberian makanan tambahan.
Mekanisme tersebut, kata dia, tidak hanya berfungsi ketika anak sudah mengalami stunting. Pemeriksaan rutin dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan sehingga potensi masalah pertumbuhan anak bisa terdetaksi lebih awal.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Sebut Stunting di Wonosobo Tinggi: Periksa 10 Anak, 9-nya Stunting
Budi mengatakan anak yang telah lahir tetap memiliki kemungkinan mengalami stunting pada tahap pertumbuhan berikutnya. Karena itu, pemantauan secara berkala menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi anak.
“Kalau proses secara rutin minimal sebulan sekali dengan mekanisme ini, akan bisa segera tertangani dengan baik,” ucapnya.
Selanjutnya, Budi bilang, pola pelayanan di Posyandu 6 SPM Wijaya Kusuma dapat menjadi replikasi di daerah lain dengan tetap menjaga kualitasnya.
Secara keseluruhan, kat budi, Kota Semarang memiliki mekanisme penanganan stunting yang telah terbentuk secara sistematis. Karena itu, pengalaman dari Posyandu di Kota Semarang dapat menjadi bahan untuk pengembangan model penanganan stunting di tingkat nasional.
Integrasi Data Masih Jadi Tantangan
Budi mengatakan, masih terdapat tantangan yang perlu dibenahi dalam penanganan stunting di Posyandu sebagai garda terdepan. Terutama dalam pengintegrasian data pelayanan masyarakat.
Dia bilang, pendataan di Posyandu 6 SPM masih berpotensi berjalan secara terpisah. Oleh karena masing-masing sektor memiliki sistemnya sendiri.





