KLATEN, beritajateng.tv – Perlindungan pekerja di sektor pendidikan dan keagamaan menjadi sorotan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Klaten.
BPJS Ketenagakerjaan Klaten menyalurkan santunan dan manfaat beasiswa pendidikan dengan total Rp579,6 juta kepada lima penerima dari lingkungan lembaga pendidikan.
Penyerahan manfaat secara simbolis berlangsung di Alun-Alun Klaten, Kamis (22/10/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi menyerahkan manfaat bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Arimeita Wahyu Adi.
Total manfaat yang BPJS Ketenagakerjaan salurkan mencapai Rp579.635.630. Nilai tersebut terdiri atas Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan beasiswa pendidikan BPJS Ketenagakerjaan bagi anak peserta sesuai ketentuan program.
Penyaluran ini menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial tidak hanya menyangkut pekerja, tetapi juga keberlangsungan hidup keluarga dan pendidikan anak ketika pencari nafkah menghadapi risiko.
BACA JUGA: Tujuh Ahli Waris Pengajar Keagamaan di Klaten Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan
Lima penerima manfaat berasal dari sejumlah lembaga pendidikan di Klaten. Mereka adalah Sri Mawarti dari BA Aisyiyah Mojayan I Unit 1, Kecamatan Klaten Tengah; Suminten dari BA Aisyiyah Kenaiban, Kecamatan Juwiring. Nina Afiani dari SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara; Ekayati Titik Marjuatin dari SMK Muhammadiyah 2 Jatinom; serta Siti Chomariyah dari SMP Muhammadiyah 1 Klaten.
Nina Afiani menerima manfaat senilai Rp222.635.630 yang mencakup JKM, JHT, dan beasiswa pendidikan. Ekayati Titik Marjuatin menerima Rp153 juta, sedangkan Suminten memperoleh Rp120 juta. Adapun Sri Mawarti dan Siti Chomariyah masing-masing menerima manfaat JKM sebesar Rp42 juta.
Santunan menopang keluarga dan pendidikan anak
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Arimeita Wahyu Adi, menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja yang mengabdikan diri di bidang pendidikan dan keagamaan.
Menurutnya, manfaat jaminan sosial dapat membantu keluarga menghadapi tekanan ekonomi ketika risiko terjadi. Beasiswa pendidikan juga berperan menjaga agar anak peserta tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.





