Peristiwa

Tak Lagi Buang ke Selokan, Pedagang Bakso di Banyumanik Semarang Siapkan Penampungan Limbah

×

Tak Lagi Buang ke Selokan, Pedagang Bakso di Banyumanik Semarang Siapkan Penampungan Limbah

Sebarkan artikel ini
Pegawai warung bakso yang menunjukkan tandon penampungan limbah kuah bakso dan mikroba anti bau sebelum dibuang, Sabtu, 7 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Pegawai warung bakso yang menunjukkan tandon penampungan limbah kuah bakso dan mikroba anti bau sebelum dibuang, Sabtu, 7 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemilik warung bakso di kawasan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Usman (53), mulai mengubah cara pengelolaan limbah sisa kuah. Hal ini usai viralnya video persoalan pembuangan kuah bakso ke selokan tetangga viral di media sosial.

Kini, Usman mengaku menampung sisa limbah sebelum dia buang. Dia juga telah membeli perangkat grease trap untuk membantu memisahkan minyak dan lemak dari air limbah.

Usman mengatakan, sebelum video viral tersebut telah melakukan penyaringan terhadap sisa kuah dan air kotor dari bekas makanan. Daging maupun sisa makanan dia pisahkan. Begitu pula lemak yang muncul setelah air limbah dingin.

“Kalau sudah dingin, lemaknya kan naik. Lemaknya saya saring, saya sisihkan juga. Setelah itu sisa pembuangannya sudah saya treatment pakai mikroba anti bau,” kata Usman saat beritajateng.tv temui di warungnya, Sabtu, 7 November 2026.

Mulai Tampung Limbah, Siapkan Grease Trap

Usman bilang, sebelumnya air sisa pengolahan bakso yang telah melalui proses penyaringan dan pemberian cairan pengurai bau masih dialirkan ke saluran pembuangan.

Kini setelah mendapatkan penyuluhan dari sejumlah pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dia mulai menerapkan sistem penampungan.

BACA JUGA: Viral, Kronologi Pedagang Bakso Buang Limbah ke Selokan di Semarang, Dua Pihak Dimediasi

“Sekarang dengan kejadian kemarin, sudah tampung di tampungan tandon,” ucapnya.

Dia telah membeli perangkat grease trap. Alat tersebut rencananya dia gunakan untuk membantu memisahkan lemak dari air limbah sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.

“Grease trap sudah beli, tapi belum sempat pasang karena baru tadi datangnya,” katanya.

Usman tidak menampik air sisa pengolahan bakso dari warungnya mengandung lemak. Sebelumnya, dia juga mengaku membuang air sisa pengolahan ke saluran terbuka yang berada di dekat pekarangan rumah warga.

Dia beralasan, saluran tersebut karena kondisi got di sekitar warung kurang lancar.