Peristiwa

Tak Lagi Buang ke Selokan, Pedagang Bakso di Banyumanik Semarang Siapkan Penampungan Limbah

×

Tak Lagi Buang ke Selokan, Pedagang Bakso di Banyumanik Semarang Siapkan Penampungan Limbah

Sebarkan artikel ini
Pegawai warung bakso yang menunjukkan tandon penampungan limbah kuah bakso dan mikroba anti bau sebelum dibuang, Sabtu, 7 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Pegawai warung bakso yang menunjukkan tandon penampungan limbah kuah bakso dan mikroba anti bau sebelum dibuang, Sabtu, 7 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Terus terang, got yang di sini [di deretan warungnya] tidak stabil, turun naik, tidak lancar. Kalau got yang sana [sebrang] alirannya sampai ke sungai,” katanya.

BACA JUGA: Viral Warung Bakso Buang Kuah ke Got, Agustina Minta Pengawasan Limbah PKL Diperketat

Usman bilang, pembuangan di saluran tersebut atas persetujuan pemilik properti yang saat ini dia sewa untuk berjualan.

Di sisi lain, Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo juga mengaku telah melakukan pengawasan terhadap warung bakso tersebut.

“Nggak tutup [warungnya] cuma pembuangan mau pakai tandon dan mau buat sumur resapan,” kata Hengky melalui pesan singkat.

“Sudah tidak buang ke got, sesuai kesepakatan. Infonya ditampung kemudian panggil sedot wc,” katanya.

DLH Kota Semarang Sarankan Pembuatan Sumur Resapan

Kepala Bidang Pengawasan dan Pemberdayaan Lingkungan DLH Kota Semarang, Wahyu Heryawan, mengatakan, warung bakso tersebut sebenarnya telah melakukan pemilahan limbah.

“Sebetulnya sudah ada pemilahan, tetapi pada akhirnya dia buang kembali ke saluran milik warga. Itu yang kemudian menimbulkan masalah dan menjadi persoalan di lingkungan,” katanya usai mediasi sebelumnya.

DLH kemudian memberikan sejumlah rekomendasi teknis untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah warung tersebut.

BACA JUGA:  Usai Viral Buang Limbah ke Selokan, Warung Bakso di Semarang Diminta Buat IPAL Portabel

Untuk penanganan jangka pendek, pemilik usaha bisa membuat grease trap atau perangkap lemak. Fasilitas ini berfungsi menyaring kandungan minyak dan lemak dari sisa pencucian peralatan maupun aktivitas memasak sebelum air limbah mengalir ke lingkungan.

Selain itu, DLH menyarankan pembuatan sumur resapan sebagai bagian dari penanganan sementara. Adapun untuk jangka menengah, pemilik warung diarahkan mempertimbangkan penggunaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) portabel. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp