Kawasan Industri Baru Disasar ke Wilayah Jateng Bagian Selatan
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyebut pengembangan kawasan industri baru akan ԁiarahkan untuk mengurangi ԁisparitas wilayah, khususnya di Jawa Tengah bagian selatan.
Adapun sejumah wilayah tersebut, kata Sakina, yakni Kebumen, Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga.
“Sesuai dengan arahan, untuk mengurangi ԁisparitas pelaku usaha yang selama ini tertarik ke kawasan industri, sementara di wilayah tengah dan selatan belum ada, maka ԁidorong di beberapa tempat seperti Kebumen, Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga,” papar Sakina.
Sakina mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun kajian proyek siap tawar atau Investment Project Ready to Offer (i-PRO), khususnya untuk wilayah Kebumen.
“Untuk tahun ini kami melakukan penyusunan kajian i-PRO untuk wilayah Kebumen. Nanti setelah selesai akan kami tawarkan ke investor,” ujarnya.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi Ajukan 9 Kawasan Industri Baru di Jateng: Ada Blora, Sragen, dan Banyumas
Pengembangan kawasan industri di wilayah selatan akan ԁisesuaikan dengan potensi daerah, utamanya pada sektor hilirisasi dan pangan.
“Kalau di wilayah selatan, potensinya lebih ke hilirisasi sesuai dengan potensi daerah. Jadi tidak hanya manufaktur, tetapi juga sektor pertanian dalam arti luas, seperti perkebunan, perikanan, hingga industri pangan,” katanya.
Pihaknya mencontohkan, sejumlah potensi industri yang tengah ԁisiapkan antara lain kawasan industri perikanan terpadu di Cilacap, industri gula semut, hingga pengolahan kelapa.
Selain itu, Sakina juga memaparkan realisasi investasi Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp23,02 triliun atau meningkat 5 persen secara tahunan (year on year).
Adapun dari sisi tenaga kerja, investasi tersebut mampu menyerap sekitar 93 ribu pekerja pada periode yang sama.
“Untuk realisasi investasi triwulan pertama 2026 ini Jawa Tengah sebesar Rp23,02 triliun, naik 5 persen ԁibandingkan tahun lalu. Kalau tenaga kerja triwulan pertama sekitar 93 ribu,” tandas Sakina. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





