Jateng

Ada Kostum Pocong di Aksi, PMII Jateng Sindir Matinya Penegakan Hukum dan Pemerintahan Indonesia

×

Ada Kostum Pocong di Aksi, PMII Jateng Sindir Matinya Penegakan Hukum dan Pemerintahan Indonesia

Sebarkan artikel ini
pmii jawa tengah
Massa aksi PMII Jawa Tengah yang menggunakan kostum pocong dalam aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 22 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, 22 Juni 2026. Sekitar pukul 15.30 WIB massa aksi mulai memenuhi sekitar Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Dalam aksi tersebut, terdapat satu peserta aksi yang mengenakan kostum pocong sebagai simbol protes terhadap kondisi demokrasi, supremasi hukum, dan kebijakan pemerintah yang ternilai bermasalah.

Koordinator Aksi PMII Jawa Tengah, Andre Bahtiyar, mengatakan penggunaan kostum pocong merupakan bentuk sindiran atau sarkasme terhadap kondisi kepemimpinan dan penegakan hukum di Indonesia saat ini.

“Simbolis sarkas bahwa nurani para pemimpin kita hari ini, baik di level eksekutif, legislatif maupun aparat penegak hukum, sedang mati. Simbol pocong itu kan simbol kematian,” ujar Andre kepada beritajateng.tv di sela aksi.

BACA JUGA: Sebut Dapur MBG Milik Polisi hingga Parpol, PMII Semarang Desak Prabowo Hentikan Semua Program Prioritas

Menurut Andre, simbol tersebut sekaligus menggambarkan kekhawatiran mahasiswa terhadap kondisi demokrasi di Indonesia.

“Sebagai simbol bahwa demokrasi di negara kita sudah mati. Harapan kami tentu aspirasi ini terespons dengan baik oleh pemerintah,” katanya.

PMII juga menyoroti isu supremasi hukum yang teranggap semakin melemah. Andre menilai masih banyak masyarakat yang mengalami kriminalisasi maupun tindakan kekerasan oleh aparat.

“Kita menyuarakan tuntutan karena banyak saudara-saudara kita yang dikriminalisasi dan menjadi korban kekerasan aparat,” katanya.

Selain sebagai simbol kritik, kostum pocong juga disebut menjadi bentuk penghormatan kepada sejumlah korban yang meninggal dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah pada tahun sebelumnya.

Tuntutan Evaluasi MBG-Naiknya Harga BBM

Dalam aksi tersebut, PMII Jawa Tengah membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, hukum, hingga tata kelola pemerintahan.

Andre menyebut isu pertama yang jadi sorotan adalah rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ternilai akan semakin membebani masyarakat.

Selain itu, PMII juga menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah yang di sebut telah menyentuh angka Rp17.800 per dolar AS.