Disisi lain, dihadapan Gubernur Jateng dan Bupati/Walikota se Kedungsepur, Bupati Eisti’anah menyampaikan usulan prioritas dari pemkab Demak guna menjawab permasalahan pembangunan yang meliputi penanganan banjir dan rob serta rehabilitasi infrastruktur jalan yang terdampak pembangunan jembatan Wonokerto.
“Kawasan pemukiman di pesisir kabupaten Demak yang rawan tergenang banjir dan rob sampai saat ini mencapai luasan 768 hektar dan kawasan tambak 5978 hektar, kemudian pertanian yang terdampak sekitar 685 hektar sawah, serta industri yang rawan tergenang rob ini ada 61 perusahaan, ” ujarnya.
“Kami izin kepada pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui bapak Gubernur kami berharap bisa mendapatkan bantuan dan dukungan untuk pembangunan di kabupaten Demak,” jelas Bupati Eisti’anah.
Bupati Eisti’anah juga minta tiga (3) usulan prioritas pada Gubernur yaitu penanganan banjir dan rob sebesar Rp. 297.5 miliar, Infrastruktur terdampak pembangunan jembatan Wonokerto Rp. 57 miliar kemudian penataan kawasan permukiman adaptif bencana Rp. 91,9 miliar. (*)
Editor: Elly Amaliyah





