Pendidikan

Ajarkan Siswa Teladani Jasa Guru, SD Mataram Kota Semarang Gelar Lomba Mirip Guru

×

Ajarkan Siswa Teladani Jasa Guru, SD Mataram Kota Semarang Gelar Lomba Mirip Guru

Sebarkan artikel ini
Lomba Mirip Guru
Sejumlah siswa SD Mataram Semarang saat memperingati hari guru, Kamis, 23 November 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang Peringatan Hari Guru yang jatuh pada tanggal 25 November, SD Mataram Kota Semarang mengadakan lomba dandan mirip guru, Kamis, 23 November 2023.

Dalam acara yang dilakukan bersamaan dengan Festival Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pemuda Pancasila (P5) itu, juga dilakukan berbagai rangkaian kegiatan antara lain pertunjukkan barongsai dan liong, presentasi hasil P5, lomba fashion show, hingga pertunjukkan bakat siswa.

Sejumlah siswa mengikuti lomba mirip guru itu bertingkah lucu saat mengenakan kostum serta menirukan gaya guru saat mengajar di kelas.

“Tujuannya supaya anak-anak semakin mengenal sosok guru, mengenal perilaku guru semestinya gimana, dan mengerti penampilan guru mestinya gimana,” jelas Kepala Sekolah SD Mataram, Martin Sitepu, kepada beritajateng.tv seusai acara.

BACA JUGA: Peringati Hari Pahlawan Nasional Ke-78, Ratusan Siswa SD Tabur Bunga di TMP Giri Tunggal

Martin menjelaskan, kegiatan semacam ini merupakan tradisi SD Mataram. Tahun lalu misalnya, meski masih terhalang pandemi Covid-19, para siswa mengikuti lomba mirip guru melalui media foto.

Ia pun berharap, dengan lomba mirip guru, siswa dapat meneladani guru. Yakni, mulai dari tingkah laku, sikap, tutur kata, hingga karakter guru. Selain itu, Martin menekankan tiga karakter yakni kedisiplinan, toleransi, dan gotong royong.

“Sehingga harapannya, mereka menjadi anak-anak yang baik. Mulai dari kedisiplinan, gotong royong, ditambah kami sekolah nasional, jadi toleransi juga penting, setidaknya tiga ini yang menjadi perhatian kita,” imbuhnya.

Ucapan terima kasih kepada bapak ibu guru

Selain lomba mirip guru, sebagian siswa juga membacakan puisi sekaligus membawa setangkai bunga mawar yang akan mereka berikan kepada para guru. Hal itu menurut Martin merupakan simbolis atas ungkapan rasa kasih sayang siswa kepada gurunya.

“Memberi bunga mawar itu sebagai cara siswa dalam menunjukkan tanda cintanya, tanda hormatnya,” katanya.

Tidak hanya itu, di akhir acara Martin juga menyuapi para guru sebagai bentuk ungkapan terima kasihnya atas kerjasamanya menjaga SD Mataram hingga sekarang.