SEMARANG, beritajateng.tv – Bencana besar yang melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara masih meninggalkan duka mendalam.
Meskipun bantuan terus berdatangan bagi para penyintas yang telah mengungsi, sejumlah daerah hingga kini masih sulit dijangkau.
Terhambatnya akses menuju wilayah-wilayah tersebut disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak parah dan tidak lagi dapat dilalui akibat bencana.
Berikut ini daftar beberapa daerah yang masih sangat membutuhkan bantuan.
Bencana Aceh dan Sumatra 2025
Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara menyimpan banyak pesan yang begitu dalam.
Terlebih lagi saat terlihat bagaimana banyaknya gelondongan kayu yang terpotong rapi terbawa arus banjir bandang hingga ke pemukiman warga.
BACA JUGA: Update! Begini Informasi Terbaru Seputar Bencana Alam di Sumatra
Dari situ sangat jelas pesan alam bagaimana pentingnya kita untuk menjaga alam tanpa harus melakukan penebangan pohon sembarangan.
Hal ini juga menjadi sorotan para publik atas tindakan yang Pemerintah izinkan demi kepentingan sepihak.
Di kawasan Aceh sendiri ada 3 titik lokasi yang belum tersentuh oleh para relawan yang memberikan bantuan kepada para korban.
Titik tersebut yakni terletak di Kabupaten Bener Meriah dengan jumlah 4 Kecamatan dan 15 Desa. Sedangkan di Kabupaten Aceh Tengah yakni berjumlah 7 Kecamatan dan 73 Desa.
Terakhir yakni di kawasan Gayo Lues yang berjumlah 3 Kecamatan dan 27 Desa.
Untuk kawasan di bagian Sumatra Utara yakni ada Kabupaten Tapanuli Tengah dengan jumlah 6 Kecamatan dan 14 Desa.
BACA JUGA: Rawan Bencana Alam, Pertahanan Non Militer di Jateng jadi Perhatian DPN
Berikutnya di Kabupaten Tapanuli Utara dengan jumlah 3 Kecamatan dan 7 Desa.
Terakhir yakni di kawasan Sumatra Utara yakni Kabupaten Agam dengan titik lokasi 1 Nagari (setara kampung).
BNPB turut merilis pembaruan data terkait dampak banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera.
Hingga kini, jumlah korban meninggal tercatat mencapai 1.016 orang. Sementara itu, korban yang masih dinyatakan hilang berjumlah 212 orang, dan jumlah pengungsi saat ini mencapai 624.670 jiwa. (*)





