“Pengakuan sebagai warisan budaya tak benda itu tidak mudah diraih. Karena itu, kita perlu memberikan bukti bahwa kolintang ini hidup di masyarakat dan menjadi bagian dari ritme kegiatan sehari-hari,” katanya.
Keterlibatan anak-anak dalam kompetisi tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan musik kolintang. Regenerasi diperlukan agar kesenian tradisional tidak hanya dikenal sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus dimainkan oleh generasi berikutnya.
Agustina turut memberikan apresiasi kepada para pegiat kolintang yang konsisten mengembangkan kesenian tersebut di Semarang. Ia berharap semakin banyak komunitas dan generasi muda yang tertarik mempelajari musik tradisional ini.
Hadir dalam kegiatan sejumlah tokoh nasional, di antaranya mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Bupeni Iryana Marsetio, Prof. Dr. Ir. Sri Puryono, Ketua DPC Pinkan Kota Semarang Martin, serta Ketua Yayasan Sam Poo Kong.
Hadir pula jajaran Pemerintah Kota Semarang, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan sejumlah pegiat seni budaya. (*)





