Jateng

Angin Kencang Landa Kota Semarang, BMKG Ungkap Kecepatannya Tembus 30-50 Km/Jam

×

Angin Kencang Landa Kota Semarang, BMKG Ungkap Kecepatannya Tembus 30-50 Km/Jam

Sebarkan artikel ini
Angin Semarang
Prakirawan BMKG, Noor Jannah Indriyani, saat dijumpai di kantornya, Kamis, 19 Februari 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Angin kencang yang belakangan ini warga Kota Semarang rasakan terpengaruh oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Samudra Hindia hingga Laut Jawa.

Prakirawan BMKG, Noor Jannah Indriyani, mengatakan kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kecepatan angin di wilayah Pantura, termasuk Kota Semarang.

“Perlu kita ketahui untuk saat ini bahkan mungkin dari kemarin untuk wilayah Jawa Tengah sendiri khususnya Kota Semarang atau Pantura secara umum, untuk MJO ini memang sedang aktif di wilayah Indian Ocean termasuk di wilayah sekitaran Laut Jawa,” ujar Noor saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Kamis, 19 Februari 2026 sore.

Menurutnya, selain pengaruh MJO, kondisi tersebut juga lantaran adanya konvergensi serta belokan angin di wilayah Jawa Tengah.

“Didukung juga dengan adanya konvergensi serta belokan angin terutama di wilayah Jawa Tengah khususnya untuk wilayah Pantura ini memang terkonsentrasi di wilayah ini. Sehingga untuk wilayah Pantura memang untuk kemarin hingga saat ini maupun kami prediksikan hingga tiga hari ke depan untuk potensi anginnya memang relatif masih kencang,” jelasnya.

BACA JUGA: Angin Kencang Robohkan Atap Bangunan MBG di Mangkang Kulon Semarang

Ia menyebut kecepatan angin normal berada di kisaran 5 hingga 25 kilometer per jam. Namun dalam kondisi saat ini, kata Noor, angin bisa mencapai 30 hingga 50 kilometer per jam.

“Untuk normalnya itu di sekitar 5 hingga 25 km per jam. Tapi kalau untuk angin kencangnya bisa lebih dari itu, sekitaran 30 sampai 50 km per jam,” tutur Noor.

BMKG memprediksi kondisi angin kencang masih berlangsung hingga tiga hari ke depan. Untuk hari ini, tutur Noor, kondisi relatif sama dengan kemarin. Noor memperkirakan kecepatan angin besok Jumat, 20 Februari 2026 sedikit menurun, namun akan meningkat kembali pada lusa 21 Februari 2026.

“Untuk saat ini hari ini relatif hampir sama dengan kemarin. Kemudian untuk esok hari kami prediksikan ini agak menurun dibandingkan hari ini, kemudian naik lagi di lusa,” ujarnya.

Secara lebih luas, potensi hujan sedang hingga lebat perkiraan meluas pada 22 hingga 27 Februari. “Kemudian untuk secara meluas lagi itu di tanggal 22 hingga 27 Februari relatif meluas begitu, atau untuk potensi hujan sedang-lebatnya ini lebih lebar atau lebih meluas lagi daripada kemarin, hari ini, dan esok,” tambahnya.

Angin Kencang Bikin Hujan “Buyar”, Wilayah Pesisir di Kota Semarang Lebih Terdampak

Noor menjelaskan, angin kencang yang terjadi justru membuat proses pembentukan hujan lebat menjadi terhambat. Untuk hari ini, kata Noor, curah hujan di Kota Semarang masih tergolong ringan hingga sedang.

“Untuk hari ini curah hujannya ini relatif masih ringan sedang. Kemungkinannya ini karena adanya angin kencang jadi untuk dia berproses untuk menjadi hujan lebat ini agak sedikit terbuyarkan,” jelasnya.

Ia menyebut, angin kencang di permukaan menyebabkan awan hujan yang seharusnya berkembang menjadi lebat justru menyebar.

“Jadi justru hujannya ini mau proses menjadi sedang-lebat itu malah menyebar atau buyar begitu karena anginnya memang relatif kencang di wilayah permukaan,” katanya.

BACA JUGA: Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Semarang, 53 Pohon Tumbang, Satu Warga Meninggal Dunia

Wilayah yang berdekatan dengan pesisir menurut prediksi mengalami hembusan angin lebih kuat ketimbang wilayah lain di Kota Semarang.

“Terutama untuk di wilayah yang di pesisir atau mendekati laut itu kami prediksikan memang anginnya lebih kencang,” papar Noor.

Lebih lanjut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi cuaca yang masih labil berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat dengan kilat, petir, dan angin kencang.

“Untuk imbauannya lebih secara umum sih untuk masyarakat terutama untuk yang beraktivitas di luar ruangan, mengingat untuk kondisinya masih labil, terutama terjadi hujan sedang hingga lebat kemudian disertai kilat petir dan angin kencang, agar dapat mengurangi kegiatan di luar rumah,” pungkas Noor. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp