SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang pada Rabu, 4 Maret 2026 sore.
Pemicu fenomena tersebut ialah pengaruh tiga bibit siklon tropis yang memengaruhi dinamika atmosfer di wilayah Jawa Tengah.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, menjelaskan kejadian angin kencang yang sebagian warga sebut sebagai angin puting beliung itu berkaitan dengan munculnya tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan Samudra Hindia.
“Untuk kejadian angin kencang kemarin itu terjadi karena adanya pantauan tiga bibit siklon tropis. Yaitu bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, bibit siklon tropis 93S di perairan barat Australia, dan bibit siklon tropis 92P di Teluk Carpentaria,” jelas Risca pada Kamis, 5 Maret 2026 sore.
BACA JUGA: Hujan dengan Angin Kencang Robohkan Pohon di 30 Titik Kota Semarang, Timpa Mobil Hingga Rumah Warga
Menurutnya, keberadaan bibit siklon tersebut memicu terbentuknya belokan-belokan angin di wilayah Jawa Tengah. Kondisi ini mendorong pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat beserta kilat, petir, dan angin kencang.
“Belokan angin tersebut menyebabkan pertumbuhan awan di wilayah Jawa Tengah. Sehingga memunculkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang,” ujarnya.
Dari hasil pengamatan di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani, kecepatan angin saat kejadian tercatat cukup tinggi hingga 44 knot atau sekitar 80 km/jam.
“Berdasarkan pengamatan di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani, kecepatan anginnya mencapai 22 knot atau sekitar 40 km per jam. Dengan fluktuasi peningkatan hingga 44 knot atau sekitar 80 km per jam,” jelasnya.
Angin Kencang Sering Muncul Saat Perubahan Cuaca Mendadak
BMKG juga memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi di wilayah Jawa Tengah hingga 7 Maret 2026. Selain itu berpotensi terjadi kilat, petir, dan angin kencang.
Risca menjelaskan angin kencang sering muncul saat terjadi perubahan cuaca yang mendadak, misalnya dari kondisi cerah kemudian tiba-tiba menjadi gelap dan hujan.
“Biasanya angin kencang terjadi karena perubahan cuaca yang mendadak. Dari cerah kemudian tiba-tiba menjadi gelap dan hujan, sehingga berpotensi memunculkan angin kencang,” tuturnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampaknya, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem beserta dampaknya. Perbarui informasi cuaca dari sumber terpercaya dan ikuti arahan pemerintah setempat apabila terjadi bencana,” katanya.
BACA JUGA: Angin Kencang Landa Kota Semarang, BMKG Ungkap Kecepatannya Tembus 30-50 Km/Jam
Selain itu, warga juga mesti memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal. Terutama bagian atap rumah yang sudah lemah, serta mengecek kondisi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Sebelumnya, hujan deras berangin kencang yang melanda Kota Semarang pada Rabu, 4 Maret 2026 sore, yang menyebabkan puluhan pohon tumbang di berbagai wilayah.
Dalam waktu singkat, sedikitnya lebih dari 80 titik pohon roboh dan menimbulkan gangguan di sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman, hingga fasilitas umum.
Data sementara yang terhimpun menunjukkan titik terdampak tersebar di sejumlah lokasi. Di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bardjo, Jalan Suratmo, Jalan Dr. Cipto, Jalan S Parman, Jalan Soekarno Hatta, kawasan Kota Lama, hingga wilayah Purwoyoso, Ngaliyan, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Timur.
Di beberapa titik seperti Lapangan Simpang Lima, Jalan Madukoro, dan Jalan Mayjend Sutoyo bahkan tercatat lebih dari satu pohon tumbang.
Pemerintah Kota Semarang langsung mengerahkan tim gabungan dari BPBD Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Satpol PP, relawan, serta warga setempat untuk mengevakuasi pohon tumbang serta membersihkan akses jalan yang sempat tertutup. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





