Program tersebut antara lain, program magang di BUMN dan Kedutaan Besar RI di berbagai negara, melipatgandakan beasiswa LPDP untuk studi pascasarjana dalam dan luar negeri, program startup kampus yang terintegrasi dengan Tugas Akhir, dan program pertukaran pelajar antardaerah dan antarnegara.
BACA JUGA: PKS Janjikan Ibu Kota Tetap di Jakarta Sedangkan PKB Lanjutkan IKN, Koalisi AMIN Tidak Kompak?
Sementara untuk dosen, pasangan Anies-Muhaimin juga menjanjikan 5 program utama. Pertama, mengurangi tugas beban administratif dosen hingga maksimal hanya 5 jam per minggu. Kemudian, menaikkan anggaran riset dosen dan memudahkan prosedur keuangan. Lalu, program sabatikal atau cuti panjang 4-6 bulan untuk keperluan riset dan penulisan buku.
Selanjutnya, Anies-Muhaimin juga ingin menghilangkan kewajiban dosen dari publikasi Scopus, hingga memberi intensif pada kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut khususnya yang menghasilkan inovasi teknologi, kebijakan publik, serta perubahan sosial dan lingkungan. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




