Menyapa Nusantara

Antisipasi Dampak El Nino, Menteri Pertanian Inisiasi Gerakan Percepatan Tanam

×

Antisipasi Dampak El Nino, Menteri Pertanian Inisiasi Gerakan Percepatan Tanam

Sebarkan artikel ini
gerakan percepatan tanam
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta Bupati Pandeglang Irna Narulita melakukan penanaman dalam acara gerakan percepatan tanam di lahan seluas 1.450 hektare di Kecamatan Cimanuk, Pandegralng, Banten, Selasa, 18 Juli 2023. (Foto: Antara)

Karena itu, pihaknya meminta bupati dan gubernur mengakselerasikan penanaman 1.000 hektare di setiap daerah demi memperkuat posisi stok pangan yang ada.

“Kami meyakini dengan penanaman 1.000 hektare bisa terbebas dari ancaman krisis pangan,” kata Menteri Pertanian.

BACA JUGA: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Mentan RI Upayakan Pertanian Modern dan Magang Bagi Petani Milenial

Gerakan percepaan tanam bisa tiga kali panen setahun

Berdasarkan pemetaan wilayah zona hijau, para petani pihaknya minta melakukan percepatan tanam hingga setahun bisa tiga kali panen. Di zona hijau ini terdapat jaringan infrastruktur irigasi sehingga teraliri air untuk mendukung gerakan percepatan tanam.

Adapun di zona kuning terdapat intervensi dengan pompanisasi maupun perbaikan irigasi dan embung. Namun, di zona merah tidak perlu gerakan tanam padi, namun bisa ditanami jenis lainnya.

Ia mengingatkan jangan sampai ada lahan kosong yang tidak tertanami. Semua lahan di zona hijau dan kuning harus ada percepatan tanam dengan menyiapkan pompa-pompa air dan benih unggul menghadapi musim kering.

Setelah panen, petani bisa segera kembali melakukan percepatan tanam, terlebih saat ini persediaan air cukup melimpah mengingat curah hujan di beberapa wilayah masih tinggi.

Mentan mengapresiasi petani Pandeglang yang hingga saat ini masih melakukan gerakan percepatan tanam.

Bupati Pandeglang Irna Narulita juga melihat saat ini petani masih memungkinkan tanam padi. Oleh karena itu, ia mengajak mereka melakukan gerakan percepatan tanam guna menjaga ketersediaan pangan.

Percepatan gerakan tanam merupakan salah satu solusi untuk memenuhi ketersediaan pangan dalam menghadapi musim kemarau.

Gerakan percepatan tanam di Kecamatan Cimanuk, misalnya, saat ini mencapai 1.450 hektare. Bila setiap hektare menghasilkan 5-6 ton gabah kering giling, produksi padi tersebut mencapai 8.000 ton GKG.

Oleh karena itu, ia meminta petani Pandeglang, jika sudah panen, segera kembali melakukan percepatan tanam.

Lahan persawahan di Pandeglang seluas 52.640 hektare dan targetnya petani bisa tanam setahun tiga kali.

BACA JUGA: PT BISI Internasional Tbk Tantang Petani Muda Blora Tanam Jagung