SEMARANG, beritajateng.tv – Ramainya baliho Kapolda Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantik pertanyaan banyak pihak. Tak sedikit juga yang menilai baliho berisikan ucapan Hari Raya Idul Fitri bergambar Ahmad Luthfi itu mengarah ke bursa Pilgub Jateng 2024.
Tak terkecuali pengamat politik asal Universtas Diponegoro, Wahid Abdulrahman. Saat beritajateng.tv hubungi pada Minggu, 21 April 2024, Wahid menyebut baliho Ahmad Luthfi itu bukan ucapan Idul Fitri semata.
“Ada indikasi [Pilgub Jateng 2024]. Saya kira itu bukan sekadar ucapan dari seorang Kapolda kepada masyarakat,” ujar Wahid.
Bukan tanpa alasan bagi Wahid menganggap Ahmad Luthfi menggunakan baliho besar yang tersebar di seluruh penjuru Jateng untuk mendongkrak elektabilitasnya. Hal ini berkaitan dengan baliho yang menurutnya masih jadi media ampuh untuk melakukan branding calon eksekutif maupun legislatif.
BACA JUGA: Belum Tentukan Cagub dari Internal, Partai Golkar Lirik Sosok Kapolda Jateng untuk Pilgub 2024
“Karena memang untuk mendongkrak popularitas, media luar ruangan seperti baliho dan spanduk itu masih sangat efisien dan efektif di Jateng. Melihat wilayah begitu luas, pemilih yang berada di pedesaan, pola konsumsi media baliho itu tepat,” sambungnya.
Lebih lanjut, baliho Ahmad Lutfhi itu sekaligus untuk menarik minat partai politik selain pemilih. Sebab, dalam memilih figur untuk maju Pilgub, partai politik tak hanya mengandalkan popularitas figur semata.
“Kebutuhan untuk berkoalisi dengan partai lain itu butuh figur yang tidak hanya bisa masyarkat terima dan populer, tapi bisa semua kalangan terima seperti elit partai,” terangnya.
Respons pengamat perihal Ahmad Luthfi yang maju Pilgub dari Golkar
Sosok Ahmad Luthfi tergadang-gadang akan maju dari Partai Golkar. Perihal ini, Wahid menyebut kemungkinan ini bisa terjadi.
Salah satu kemungkinan yang Wahid sebutkan ialah kader yang Partai Golkar Jateng usung belum memiliki elektabilitas ataupun prestasi yang luar biasa.
“Bisa saja tidak ada figur internal yang berprestasi maupun punya elektabilitas luar biasa. Sehingga, figur itu belum bisa menarik partai lain,” terangnya.
Lebih lanjut, kendati Golkar telah mengutus Bupati Kendal, Dico Ganinduto, untuk maju dalam Pilgub Jateng 2024, namun Wahid menilai eksistensi Dico belum mampu menarik minat partai lainnya.
Sehingga, kehadiran Ahmad Luthfi bisa menjadi alternatif yang kemungkinan akan Partai Golkar Jateng usung.
Lebih lanjut, bukan tanpa alasan mengapa nama Ahmd Luthfi bisa masuk dalam bursa Pilgub Jateng 2024.
BACA JUGA: Baliho Pilgub Sudaryono Bersama Jokowi Ramai di Semarang, Tiru Strategi Pilpres 2024?
Hal itu berkaitan dengan Pilpres 2024 lalu, saat Ahmad Luthfi berhasil melakukan cooling down di tengah ramainya akademisi dan berbagai pihak yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap Presiden RI Joko Widodo.
“Kalau kita lihat hasil Pilpres 2024 di Jateng, tentu tidak bisa klaim kemenangan hanya oleh Gerindra atau Golkar. Ada kontribusi Pak Luthfi ‘mengkondisikan’ dengan cooling system,” paparnya.
Adapun cooling system itu, lanjut Wahid, adalah saat Ahmad Luthfi meminta beberapa tokoh di Jawa Tengah memberikan testimoni mereka untuk mendukung Jokowi.
Lebih lanjut, figur yang berasal dari Polri ataupun TNI juga berpotensi maju sebagai eksekutif di Jateng. Wahid mencontohkan kepemimpinan Mantan Gubernur Jateng, qBibit Waluyo yang berasal dari TNI.
Keunggulan pemimpin yang berasal dari TNI/Polri, bagi Wahid, ialah mampu menjaga kondusivitas dan keamanan. Namun, gagasan terkait akselerasi dan pembangunan Jateng dari Ahmad Luthfi juga sangat perlu.
“Kalau kita petakan Jateng di level nasional belum bisa mengejar Jatim dan Jabar, jadi perlu akselerasi. Kalau penciptaan keamanaan, kondusivitas, saya kira sudah tidak ragu lagi. Tapi kalau percepatan pembangunan, kita perlu lihat gagasan beliau,” tandasnya.
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




