SEMARANG, beritajateng.tv – Satu siswa difabel asal Kota Semarang berhasil meraih medali perunggu pada Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR)-19. Ia adalah Devan Daniel Nainggolan, seorang siswa dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Eagle School.
Devan mengikuti babak final KMNR-19 yang dilaksanakan di Ecovention Hall, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, pada hari Minggu, 28 April 2024 kemarin. Ia berhasil mengalahkan ribuan peserta yang berasal dari sekolah formal di seluruh Indonesia.
Ketua PKBM Eagle School, Dedie Yulianto menjelaskan, Devan telah mengikuti serangkaian babak seleksi dari bulan November 2023 lalu. Saat itu, sebanyak 63.070 peserta yang terbagi dari tingkat SD, SMP, dan SMA ikut serta berpartisipasi.
Selanjutnya, Devan berhak lolos ke babak semifinal di bulan Februari 2024. Hingga akhirnya melaju ke babak final pada hari Minggu, 28 April 2024 kemarin.
“Devan satu-satunya peserta yang merupakan siswa dari PKBM se-Indonesia. Semua lawannya yang ikut sekolah formal,” jelas Dedie saat beritajateng.tv hubungi, Jumat, 3 Mei 2024.
BACA JUGA: Ramaikan HUT Kota Semarang, 477 Siswa SD-SMP Ikuti Lomba Matematika ‘Math City Map’ di TBRS
‘Kado’ bagi PBMB Eagle School Semarang
Medali perunggu dari ajang nasional sekelas KMNR-19 layaknya menjadi kado bagi PKMB Eagle School di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh 2 Mei 2024 kemarin. Pasalnya, PKBM School sekali lagi membuktikan bahwa sekolah kesetaraan juga bisa berprestasi.
Terlebih, Devan memiliki latar belakang sebagai difabel yaitu Gifted (Anak yang Berbakat).
“Dengan peristiwa Devan yang dulu sering dibully dan sekarang termotivasi belajar dan akhirnya berprestasi, di sini kita belajar bahwa sekolah kalau tidak ada bully akan melahirkan prestasi,” ungkapnya.
Target juara OSN Nasional dan kuliah di UI
Setelah berhasil meraih medali perunggu, lanjut Dedie, Devan langsung kembali ke Semarang. Saat ini, Devan sendiri tengah bersiap untuk mengikuti pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat provinsi.
Dedie menuturkan, target Devan terdekat adalah lolos dan menjuarai OSN tingkat nasional. Harapannya, medali OSN dapat menjadi ‘tiket masuk’ Devan ke perguruan tinggi nantinya.
“Harapannya Devan dapat terus berprestasi, impian dia adalah bisa masuk Universitas Indonesia (UI), kita berharap PKBM punya hak yang sama dalam hal pendidikan, misalnya SNBP,” harapnya. (*)
Editor: Farah Nazila





