Jateng

Agustina Dorong Pesantren di Semarang Jadi Pusat Ekonomi, Santri Disiapkan Jadi Wirausahawan

×

Agustina Dorong Pesantren di Semarang Jadi Pusat Ekonomi, Santri Disiapkan Jadi Wirausahawan

Sebarkan artikel ini
Agustina Dorong Pesantren di Semarang Jadi Pusat Ekonomi, Santri Disiapkan Jadi Wirausahawan
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Balai Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong pesantren mengembangkan kemandirian ekonomi agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama.

Pesantren harus mampu melahirkan santri yang berakhlak, menguasai teknologi, sekaligus memiliki keterampilan berwirausaha.

Agustina menilai pesantren memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Selain membekali santri dengan ilmu agama, lembaga pendidikan tersebut juga dapat mengembangkan usaha produktif dan membuka peluang ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA: Agustina Tambah Penerima Bisyaroh Jadi 9.992 Orang, Naik 52 Persen Jangkau Guru Ngaji hingga Marbot Semarang

Pesan itu Agustina sampaikan melalui Plt Asisten II Yudi Herdianto saat menghadiri Istighosah Akbar dan Napak Tilas Sejarah Santri Kota Semarang di Pondok Pesantren Salafi Luhur Dondong, Mangkang, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut melibatkan sekitar 2.700 santri dan jemaah.

Dalam sambutan yang Yudi bacakan, Agustina mengibaratkan pesantren sebagai mata air yang terus memberi kehidupan. Dari pesantren, harapannya lahir generasi yang membawa ilmu ke berbagai bidang dan mengabdi kepada masyarakat.

“Pesantren ibarat mata air yang terus memberi kehidupan. Dari sana lahir generasi yang membawa ilmu ke berbagai bidang, mengabdi kepada masyarakat, dan berkontribusi bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Dorong Santri Jadi Wirausahawan

Agustina ingin pesantren memberi ruang lebih luas bagi santri untuk mengembangkan keterampilan ekonomi. Salah satunya melalui semangat santripreneur atau kewirausahaan berbasis pesantren.

Santri dapat belajar merintis usaha, mengembangkan produk, memanfaatkan teknologi digital, hingga memperluas pemasaran. Dengan keterampilan tersebut, mereka harapannya tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

Kemandirian ekonomi pesantren juga dapat dbangun melalui kegiatan produktif lainnya. Agustina mendorong pengembangan kebun pangan, urban farming, serta pengelolaan sampah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berpotensi menghasilkan nilai ekonomi. Pesantren juga dapat menanamkan semangat gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan kepada para santri.