Sebagian besar pengungsi berasal dari Kecamatan Tirto, Wonokerto, Sragi, dan Siwalan. BPBD memastikan kondisi pengungsi terus dipantau, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
“Penyaluran bantuan logistik terus dilakukan ke lokasi pengungsian dan wilayah terdampak,” ujar Armin.
Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dengan relawan lintas unsur, PLN, serta instansi terkait lainnya. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari asesmen lapangan, evakuasi warga, hingga pendirian dapur umum.
Hingga kemarin, tercatat 14 titik dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi dan warga terdampak. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari penanganan darurat bencana banjir.
BACA JUGA: Tinjau Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Siapkan Penanganan Berlapis
BPBD Jawa Tengah menyebut sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan di lokasi pengungsian. Kebutuhan tersebut meliputi logistik pangan, alas tidur, selimut, tikar, obat-obatan, serta perlengkapan bayi dan perempuan.
“Kebutuhan mendesak saat ini antara lain logistik, alas tidur, pampers ukuran L dan XL, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan kebersihan,” kata Armin.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat sebagian wilayah masih tergenang dan cuaca berpotensi hujan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah: Kerugian Akibat Banjir Masih Tahap Penghitungan
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin menyebut hingga kini kerugian akibat banjir masih dalam tahap penghitungan. Namun ia mengakui dampak yang ditimbulkan cukup besar dan menyentuh berbagai sektor.
“Kalau kerugian saat ini masih kita hitung. Tapi yang jelas kerugian itu banyak. Jalan-jalan rusak, dan yang paling utama masyarakat,” kata Gus Yasin saat beritajateng.tv jumpai di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menyebut, sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak, khususnya di Kabupaten Pati, Kudus, dan Demak.





