Jateng

Baru Satu Korban Ponpes Pati Berani Lapor, DP3AKB Jateng: Trauma, Dilecehkan Sejak Usia 15 Tahun

×

Baru Satu Korban Ponpes Pati Berani Lapor, DP3AKB Jateng: Trauma, Dilecehkan Sejak Usia 15 Tahun

Sebarkan artikel ini
KB Laki-laki | Kepala DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati,
Kepala DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, saat dijumpai di Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 8 Januari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Dia baru cerita setelah keluar dari sekolah. Orang tuanya baru tahu, kemudian mendampingi anaknya untuk melaporkan ke polisi,” lanjut Ema.

Meski kejadian telah berlalu beberapa tahun, Ema menuturkan kondisi psikologis korban hingga kini masih belum pulih sepenuhnya.

“Dia masih sering mengingat, dan kalau mengingat itu dia sedih dan menangis. Jadi traumanya masih ada,” ucap Ema.

Beberapa Korban Sempat Lapor tapi Tarik Laporan

Selain satu laporan resmi tersebut, Ema mengungkap adanya indikasi korban lain yang mengalami kejadian serupa. Orang tua korban yang resmi melapor, kata Ema, sempat berupaya mencari korban lain dan menemukan sejumlah nama yang mengaku pernah mengalami hal yang sama.

“Orang tuanya ini sangat gigih untuk mencari korban lain. Waktu itu menemukan ada beberapa, bahkan sampai delapan orang yang mengatakan mengalami hal yang sama,” terang Ema.

Namun, kesaksian tersebut tidak berlanjut ke proses hukum. Sejumlah korban yang sempat mengaku justru kemudian menarik pernyataan atau menyangkal kejadian yang sebelumnya mereka ceritakan.

“Tapi kemudian setelah mereka ԁipekerjakan jadi guru atau pengasuh, mereka mengingkari bahwa pernah mengalami hal yang sama,” imbuhnya.

BACA JUGA: Kasus Dugaan Pelecehan 50 Santriwati di Pati Naik ke Penyidikan, Polisi Kantongi Bukti Awal

Di sisi lain, informasi yang beredar terkait jumlah korban hingga puluhan orang maupun adanya korban hamil belum dapat ԁipastikan karena belum ada laporan resmi tambahan.

“Yang hamil atau sampai 50 korban itu belum ada yang melaporkan secara resmi. Jadi kami belum bisa memastikan,” tegas Ema.

DP3AKB sendiri telah membuka posko pengaduan di wilayah Pati untuk mendorong korban lain agar berani melapor. Namun hingga kini belum ada tambahan laporan resmi selain satu korban tersebut.

Relasi Kuasa jadi Penyebab Bungkamnya Korban