SEMARANG, beritajateng.tv – Proses adaptasi menuju jenjang sekolah dasar menjadi perhatian serius bagi satuan pendidikan di Kota Semarang. Salah satunya terwujudkan melalui program Sekolah Transisi yang siswa TK PGRI 115 di SDN Tugurejo 01 Semarang ikuti.
Sebanyak 24 siswa TK B bersama empat guru pendamping mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dasar secara langsung. Anak-anak diajak merasakan suasana kelas SD, mengenal aturan sekolah, serta mencoba aktivitas belajar yang biasa dijalani siswa sekolah dasar, dikemas dengan metode yang menyenangkan dan ramah anak.
Kegiatan ini untuk membantu anak beradaptasi secara bertahap sebelum resmi memasuki bangku SD. Tidak hanya mengenalkan lingkungan fisik sekolah, Sekolah Transisi juga menitikberatkan pada kesiapan mental, sosial, dan emosional agar anak lebih percaya diri dan nyaman saat memasuki fase pendidikan berikutnya.
BACA JUGA: Bangunan Sekolah Rusak, Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Tetap Prioritaskan Rehabilitasi di 2026
Kepala TK PGRI 115 Semarang, Muayanah, S.Pd., mengatakan bahwa masa peralihan dari TK ke SD merupakan fase penting yang perlu ada persiapannya tanpa tekanan. Menurutnya, Sekolah Transisi menjadi jembatan agar anak tidak kaget dengan perubahan suasana belajar.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak di perkenalkan dengan dunia sekolah dasar secara menyenangkan, tanpa tuntutan akademik yang berat. Fokus kami adalah membangun kemandirian, kedisiplinan, serta penguatan karakter,” jelasnya pada Jumat, 30 Januari 2026.
Muayanah menambahkan, pengenalan dasar literasi dan numerasi tetap diberikan, namun disesuaikan dengan perkembangan anak dan dikemas dalam bentuk aktivitas bermain. Hal ini bertujuan agar anak tetap menikmati proses belajar dan tidak merasa terbebani.
Pelaksanaan Sekolah Transisi terpilih pada semester dua karena anak-anak TK B ternilai telah melalui masa adaptasi awal. Dari sisi usia dan perkembangan, peserta didik dianggap lebih siap untuk dikenalkan dengan sistem pembelajaran yang lebih terstruktur. Hal itu sebagai bekal menjelang kelulusan TK.
Sementara itu, Kepala SDN Tugurejo 01, Nur Rakhmat, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai program Sekolah Transisi memberi dampak positif bagi calon siswa baru karena membantu mengurangi rasa takut dan canggung saat pertama kali masuk SD.
“Anak-anak jadi lebih familiar dengan lingkungan sekolah dasar. Ketika nanti resmi menjadi siswa SD, mereka sudah punya gambaran dan tidak merasa asing,” ujarnya.
BACA JUGA: SPPG Ledok Salatiga Tetap Salurkan MBG ke Dua Sekolah Saat Libur Nataru, Ini Menunya
Menurut Nur Rakhmat, manfaat Sekolah Transisi juga guru dan orang tua rasakan. Guru dapat mengamati kesiapan anak sejak dini, sementara orang tua memperoleh gambaran perkembangan dan kesiapan putra-putrinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Melalui program Sekolah Transisi ini, sinergi antara jenjang TK dan SD harapannya semakin kuat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang berkelanjutan, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal sejak usia dini. (*)
Editor: Farah Nazila





