“Kalau mulai flu, sebaiknya istirahat di rumah, kurangi kontak dengan orang lain, konsumsi makanan dan minuman bergizi. Bila demam, minum obat penurun panas. Jika tidak membaik, silakan periksa ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa influenza ada karena virus sehingga tidak memerlukan antibiotik.
“Kalau tenggorokan sakit dan pilek, hentikan aktivitas dulu. Bed rest, makan makanan segar, dan jaga imunitas. Antibiotik tidak diperlukan karena ini infeksi virus,” tegasnya.
Hakam menambahkan vaksinasi influenza masih efektif untuk mencegah penularan dan menekan risiko keparahan penyakit. Vaksin, menurutnya, mampu melindungi tubuh dari gejala berat meski seseorang tetap terpapar virus.
“Dengan vaksin influenza, kalaupun tertular, gejalanya ringan dan tidak sampai di rawat di rumah sakit atau menyebabkan kematian,” katanya.
Dinas Kesehatan Kota Semarang juga mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan menyikapi isu super flu. Edukasi dan pemahaman yang benar dinilai lebih penting dibandingkan rasa takut yang berlebihan.
Ia menyoroti tingginya mobilitas masyarakat lintas daerah dan negara sebagai faktor yang mempermudah penularan penyakit. Namun, prinsip pencegahannya tetap sama seperti protokol kesehatan sebelumnya.
“Mobilitas sekarang sangat tinggi. Pagi di Semarang, siang sudah di luar negeri. Kalau kecapekan atau kehujanan, imunitas bisa turun. Jadi tetap jaga kesehatan dan pola hidup bersih,” pungkas Hakam. (*)
Editor: Elly Amaliyah





