Jateng

Bentuk 57 Relawan Peduli Api, DLHK Jateng Rutin Lakukan Patroli guna Antisipasi Cegah Karhutla

×

Bentuk 57 Relawan Peduli Api, DLHK Jateng Rutin Lakukan Patroli guna Antisipasi Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Semarang Timur | Kebakaran Bosq Karaoke | Kebakaran Gedung Blora | kebakaran TPA | kebakaran jateng | Karhutla Jateng
Ilustrasi kebakaran. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tak hanya oleh Pemerintah setempat, antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan partisipasi dan keterlibatan langsung relawan serta kelompok masyarakat.

Di Jawa Tengah, terdapat sebanyak 57 kelompok relawan yang telah terkerahkan untuk mencegah dan menanggulangi karhutla saat ini.

Hal itu tersampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng Widi Hartanto saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Senin 9 Oktober 2023.

Menurut keterangannya, relawan itu bernama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP).

“MPA sama MMP ada 57 kelompok. Satu kelompok rata-rata 40 orang. Ada yang 40 ada yang 30,” ucapnya.

BACA JUGA: Lima TPA di Jateng Alami Kebakaran Sepanjang Kemarau, Pakar Lingkungan Undip Sebut Hal Ini Bisa Jadi Solusi

Relawan binaan DLHK Jateng dan Perhutani patroli hutan untuk antisipasi kebakaran

Widi menuturkan, MPA dan MMP merupakan kelompok relawan binaan DLHK Jateng dan Perhutani yang tersebar di sejumlah hutan di Jateng. Kelompok relawan itu secara rutin melakukan patroli ke hutan sebagai bentuk antisipasi karhutla.

Apabila dalam patroli ditemukan lahan terbakar, maka kelompok relawan MPA dan MMP akan melaporkan kejadian itu kepada Damkar, BPBD, hingga instansi lainnya. Selain itu, relawan juga ikut serta dalam aksi pemadaman kebakaran.

“Mereka melakukan pencegahan dan pemadaman. Mereka ahli membuat sekat bakar, supaya (kalau ada) kebakaran tidak meluas, tidak menjalar ke mana-mana,” bebernya.

BACA JUGA: 2 TPA Kebakaran dalam Waktu Berdekatan, WALHI Jateng Soroti Tata Kelola Sampah di Jawa Tengah

Ia mengatakan, DLHK Jateng memiliki program pemberian bantuan alat-alat tradisional kepada relawan MPA dan MMP yang dapat berfungsi untuk memadamkan api.

“Kami sering memberikan bantuan alat-alat kepada temen-temen MPA dan MMP. Jadi perannya kalau ada kebakaran hutan mereka sebagai relawan ikut berpartisipasi memadamkan,” ujar Widi.

Selain itu, DLHK Jateng juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) soal antisipasi penanganan satwa hutan maupun pegunungan yang terdampak kebakaran.