FeatureHeadlineNews Update

Berawal Laptop Butut, Siswa SMKN 8 Semarang Ini Temukan Bug di Google

×

Berawal Laptop Butut, Siswa SMKN 8 Semarang Ini Temukan Bug di Google

Sebarkan artikel ini
Abdullah Mudzakir alias Zakir, siswa SMKN 8 Semarang yang berhasil temukan bug di Google. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, 7/3 (beritajateng.tv) – Abdullah Mudzakir (18), siswa SMKN 8 Semarang berhasil menemukan bug atau celah rentan di sistem Google.

Abdullah Mudzakir yang biasa disapa Zakir ini berhasil mendapatkan hadiah dari perusahaan teknologi dunia, Google, karena mampu menemukan celah rentan atau bug dalam sistem Google, pada 2021 silam.

Zakir adalah seorang siswa SMKN 8 Semarang yang saat ini duduk di kelas XII. Perjalanan Zakir di dunia bug bounty berawal dari laptop usang peninggalan sang kakak. Spek laptop yang saat itu masih terbatas membuat Zakir berusaha mengulik perangkat elektronik. Saat itulah ketertarikan Zakir terhadap dunia IT dan coding mulai tumbuh.

“Setelah ngulik komputer itu baru kenal sama dunia programming, saya mulai belajar programing dari situ. Awalnya belajar buat website sampai akhirnya bisa mengenal cyber security,” jelas Zakir saat diwawancara beritajateng.tv, Selasa (7/3/2023).

Lebih lanjut Zakir mulai menekuni dunia cyber security secara otodidak dengan keikutsertaannya dalam komunitas-komunitas online. Arisan Security, IndoXploit, dan Ethical Hacker Indonesia menjadi tempat bagi Zakir untuk mencari ilmu dan informasi terkait cyber security.

Perjalanan menemukan bug di sistem Google pun berawal dari tantangan dari rekan satu komunitasnya agar berani menjadi bug hunter di perusahaan-perusahan besar dunia, salah satunya Google Inc. Tak mudah, Zakir perlu lima kali percobaan sampai akhirnya laporan bug berhasil diterima oleh Google.

“Setelah lapor ke Google kemudian dari Google melakukan validasi apakah bugnya valid atau enggak. Setelah itu ada remidiasi untuk memperbaiki celahnya. Pas semuanya selesai baru dikasih reward,” sebutnya.

Kepala SMKN 8 Semarang, Harti menyampaikan pihak sekolah sangat bangga akan kemampuan salah satu siswanya tersebut. Ia berharap agar siswa lain bisa seperti Zakir ini dapat berkembang karena telah diberikan fasilitas berupa pembelajaran yang fleksibel. Lebih lanjut, pihak sekolah juga memfasilitasi siswa dengan pelatihan cyber security.

“Cyber security seperti pisau bermata dua, harapan dari sekolah bagaimana anak-anak ini memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang positif, hal tersebut tentu butuh pendampingan dari guru, orang tua, dan pemerintah,” katanya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp