Jateng

Beredar Isu Balai Kota Semarang Pindah ke Daerah Mijen, Begini Penjelasan Mbak Ita

×

Beredar Isu Balai Kota Semarang Pindah ke Daerah Mijen, Begini Penjelasan Mbak Ita

Sebarkan artikel ini
Pengelolaan Kota Lama | Balai Kota Semarang Pindah
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita memberikan arahan terkait peran penting kolaborasi antar stakeholder dalam pengelolaan Kota Lama Semarang, Jumat, 14 Juli 2023. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menanggapi isu Balai Kota Semarang pindah ke daerah Mijen, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan bahwa pemindahan tersebut belum menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) dalam waktu dekat.

“Tidak dalam waktu dekat. Kami masih fokus pada empat isu yang menjadi prioritas pembangunan saat ini, yakni penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, dan ketahanan pangan,” ujarnya di Semarang, Senin, 21 Agustus 2023.

Selain itu, yang termasuk menjadi prioritas pembangunan dalam waktu dekat, kata Mbak Ita sapaan akrab Hevearita, adalah infrastruktur penanggulangan banjir.

BACA JUGA: Pembangunan Masjid Agung di Mijen Pemkot Kucurkan Dana Rp 10 Miliar

Hal tersebut pihaknya sampaikan menanggapi kabar pemindahan Kantor Balai Kota Semarang yang santer terdengar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Isu pemindahan tersebut yakni dari Pusat Kota Semarang Tengah ke wilayah Barat, yakni Kecamatan Mijen.

Kabar pemindahan kantor pusat pemerintahan Kota Semarang dari kawasan pusat kota ke wilayah Mijen mengemuka setelah Masterplan atau rencana pembangunan Balai Kota Semarang di wilayah Mijen terunggah di akun Instagram @skyscrapercitysemarang.

Oleh karena itu, ia memastikan bahwa belum ada realisasi pemindahan Balai Kota Semarang dalam waktu dekat.

Balai Kota Semarang pindah tempat perlu anggaran besar

Terlebih, kata Mbak Ita, pemindahan pusat pemerintahan membutuhkan anggaran yang sangat besar sehingga menurutnya anggaran tersebut lebih tepat untuk pembangunan di Kota Semarang lebih dulu.

Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin menyampaikan bahwa pemindahan Kantor Pemerintah Kota Semarang bukan persoalan yang mudah.

“Untuk pemindahan Kantor Pemkot Semarang, tidak semudah membalikkan telapak tangan,” kata Iswar.

Dahulu, ia mengakui, memang ada rencana pemindahan Kompleks Pemkot Semarang ke wilayah Mijen. Terlebih, Pemkot telah memiliki lahan di sekitar BSB City.

Namun, kata Iswar, pemindahan pusat pemerintahan akan membutuhkan sumber daya yang begitu besar dan anggaran daerah yang jumlahnya tidak kecil.

“Ini, sementara, kami sudah membuat DED (detail engineering design) untuk pembangunan masjid raya di sekitar sana (Mijen),” ujarnya.

BACA JUGA: Dukung Program Pemerintah Pusat, Mbak Ita Resmikan SPKLU di Balaikota Semarang

Ia berharap keberadaan masjid raya tersebut bisa membangkitkan aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Mijen dan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang Kota Semarang Irwansyah mengakui memang telah menyiapkan anggaran pembangunan Masjid Raya di Mijen sebesar Rp10 miliar pada tahap awal.

Namun, kata Irwansyah, untuk pemindahan kompleks perkantoran Pemkot Semarang belum ada wacana realisasi.

Masjid Raya tersebut sedianya akan dibangun di BSB City, tepatnya di seberang Sabhara Polda Jateng di atas lahan seluas 2,5 hektare. Konsep yang mereka usung yakni “green building” atau 40 persen dari lahan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). (ant)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp