SEMARANG, beritajateng.tv – Beredar sebuah video Gibran Rakabuming Raka yang tengah memberikan orasi singkat pada masa kampanye Pilpres 2024. Juru bicara (Jubir) AMIN (Anies-Muhaimin) memberikan komentarnya.
Jubir AMIN tersebut adalah Said Didu yang memberikan komentarnya terhadap cawapres Gibran saat membawa contekan pada waktu ia orasi.
Dalam video tersebut, tampak Gibran melakukan orasi berdurasi singkat dalam waktu 18 detik. Ia terlihat mengenakan baju berwarna putih dan membawa secarik kertas.
Adapun video yang menunjukkan Gibran melakukan orasi tersebut diunggah oleh akun X bernama @Gojekmilitan yang kemudian menjadi viral.
BACA JUGA: Soal Video Gibran Program Makan Siang dan Susu Gratis, Arumi Bachsin: Direkayasa
Di antara banyaknya netizen yang mengomentari unggahan tersebut, Said Didu ikut memberikan tanggapannya. Gibran, kata dia, hanya mengucapkan tiga kata sederhana namun masih membawa contekan dalam sebuah kertas.
“Untuk ucapkan 3 kata (perubahan, lompatan, kesempatan) saja harus bawa catatan,” tulisnya di akun X, Rabu, 20 Desember 2023.
Peribahasa untuk Gibran yang membawa contekan
Tak sampai di situ, Said Didu memberikan sebuah peribahasa untuk putra Jokowi ini dengan ungkapan teko kosong. “Janganlah menuang teko yg isinya kosong karena akan ketiban tutupnya,” ujar dia.
Tampak beberapa netizen menyetujui anggapan dari Said tersebut.
“Ungkapan yg jleb… jangan tuang teko yg kosong isinya, tutupnya akan jatuh menimpa,… tutup identik dg kepala, kepalanya akan jatuh karena kosong tiada otaknya,” komentar @JagungKopi.
Adapun netizen yang juga tidak setuju dengan perkataan Said mengenai Gibran yang melirik secarik kertas dalam berorasi.
“Suka suka dialah. Ribet bener nih orang. Mendetil bgt ribetnya ya ..baru ngeh saya Om Said Didu ribet ya aka nyinyir,” sebut @Elmirakid.
Sebagai informasi, Said Didu pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Lebih lanjut, dalam video yang beredar di media sosial tersebut, Gibran membicarakan tentang percepatan pembangunan dan melawan narasi perubahan yang AMIN usungkan.





