SEMARANG, beritajateng.tv – Cinta Tak Pernah Tepat Waktu salah satu film romantis yang kini tayang di bioskop 2025.
Film yang satu ini memiliki cerita cukup menarik, yakni kisah cinta seorang penulis dengan alur yang begitu kompleks.
Tak heran apabila film tersebut cukup bersaing dengan film lainnya yang kini juga tayang sepertihalnya berjudul Pintu Pintu Surga.
Berikut ini akan beritajateng.tv bagikan informasi terkait beberapa daya tarik dari film tersebut.
Daya Tarik Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
Akting Para Pemain Begitu Solid
Kesuksesan sebuah film tidak terlepas dari peran para aktor di dalamnya. Refal Hady, yang memerankan karakter Daku, berhasil menunjukkan akting yang kuat sebagai pria dengan sifat “red flag” dan pemikiran yang rumit.
BACA JUGA: Film Religi tentang Poligami, Begini Pesan Moral yang Terdapat di Pintu Pintu Surga
Chemistry-nya dengan pemain lain, terutama Slamet Rahardjo dan Dewi Irawan yang berperan sebagai orangtua Daku, juga sangat terlihat kuat.
Meskipun hubungan mereka digambarkan dengan sederhana, dinamika love-hate antara keluarga ini mampu menyentuh perasaan penonton.
Sinematografi yang Menarik
Penggunaan aspek rasio gambar dalam film ini sangat mencolok. Ternyata, penyempitan layar yang terjadi saat transisi adegan justru memperindah dan menambah kedalaman dramatis pada visualnya.
Meskipun bukan sepenuhnya karya Hanung Bramantyo, ia telah menjelaskan bahwa permainan aspek rasio ini merupakan hasil kolaborasi dengan tim produksi lainnya.
Selain itu, penonton juga akan terpesona dengan desain set yang menarik, terutama pada set kamar kos Daku.
Sinematografi dalam film ini pun berhasil menangkap keindahan alam di berbagai lokasi, yang membuat penonton merasa seolah-olah diajak untuk beristirahat sejenak.
BACA JUGA: Promo Spesial di Reza Kaca Film Semarang, Hanya Rp 1,5 Juta Dapat Bonus!
Kisahnya Sederhana Namun Bermakna
Film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu memiliki alur cerita yang cukup sederhana, namun inti dari film ini terasa lebih menarik karena penyajiannya dari perspektif pria.
Cerita tentang karakter Daku yang sering terdesak untuk segera menikah, serta ketakutannya terhadap komitmen, berpotensi mengundang emosi penonton, bahkan membuat pria merasa terkait dengan situasi tersebut.
Meski demikian, ketika penonton lebih mendalami film ini, mereka akan menemukan banyak pesan mendalam tentang cinta dan kehidupan, terutama bagi mereka yang sedang berjuang untuk cinta sejati. (*)





