Peristiwa

Bersantap di Acara Kematian, Puluhan Warga Bangetayu Wetan Keracunan, Makanan Dicek Lab

×

Bersantap di Acara Kematian, Puluhan Warga Bangetayu Wetan Keracunan, Makanan Dicek Lab

Sebarkan artikel ini
Keracunan Bangetayu
Petugas kepolisian serta kesehatan di lokasi keracunan massal di Bangetayu Wetan, Semarang, Sabtu, 13 September 2025. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan warga Bangetayu Wetan, Kota Semarang, Jawa Tengah, mengalami dugaan keracunan setelah menghadiri sebuah hajatan keluarga pada Jumat, 12 September 2025 malam.

Hajatan berlangsung untuk memperingati kematian seorang anggota keluarga dan menyajikan makanan hasil olahan tuan rumah.

BACA JUGA: Jaga Mutu Makanan, BGN Targetkan Zero Accident Kasus Keracunan MBG

Kapolsek Genuk, Kompol Rusmanto, menjelaskan bahwa tamu undangan memperoleh nasi kotak berisi nasi, acar, sambal goreng hati ayam, serta masakan daging sapi.

“Puluhan orang menghadiri acara tersebut. Usai makan, beberapa mengeluh mual serta sakit perut,” kata Rusmanto, Sabtu, 13 September 2025.

BACA JUGA: Cegah Keracunan, Dapur MBG di Semarang Wajibkan Kepala Sekolah Cicipi Makanan Lebih Dulu

Gejala semakin berat muncul saat malam menjelang. Warga yang terdampak mayoritas merupakan tamu undangan yang menyantap hidangan dari hajatan tersebut.

“Pada tengah malam ada 21 orang harus mendapat perawatan di RS Wongsonegoro akibat muntah dan diare,” lanjutnya.

BACA JUGA: Jateng Marak Keracunan MBG, BPOM Ingatkan Distribusi Makanan Maksimal 2 Jam Setelah Masak

Kepolisian segera mengambil langkah cepat dengan mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan. Sampel sudah dikirim menuju Laboratorium Kesehatan Kota Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga meminta keterangan dari pihak keluarga penyelenggara hajatan. Namun, mereka turut terkena gejala serupa sehingga belum bisa dimintai penjelasan lengkap.

BACA JUGA: Ratusan Siswa Keracunan MBG di Sragen, Ahmad Luthfi Hentikan Sementara SPPG, Buka Posko 24 Jam

Rusmanto menegaskan bahwa kepolisian terus berkoordinasi dengan Puskesmas Bangetayu. Petugas kesehatan setempat ikut memantau perkembangan kondisi para korban untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Hingga kini, pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan penyebab keracunan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp