SEMARANG, beritajateng.tv – Kabar aturan tentang pembatasan dokumentasi bagi penonton di tribun stadion menuai sorotan dari kelompok suporter sepak bola, termasuk Panser Biru.
Ketua DPP Panser Biru, Kepareng Wareng, menilai kebijakan tersebut membingungkan dan berpotensi mengurangi minat penonton datang langsung ke stadion.
Menurutnya, aktivitas merekam cuplikan pertandingan atau suasana tribun seharusnya tetap boleh selama tidak menyiarkannya secara langsung (live streaming) penuh.
BACA JUGA: Stadion Jatidiri Tanpa Panser Biru, Suporter Sepakati Boikot Pertandingan Kandang PSIS
“Harusnya kan boleh toh, kan enggak live juga enggak apa-apa. Kalau terlalu membatasi, penonton malah jadi malas. Padahal konten itu bisa jadi promosi gratis untuk tim,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di Gedung Juang 45 Semarang pada Sabtu, 13 September 2025.
Ia juga menyoroti klausul larangan konten komersial. Pasalnya, hampir semua platform media sosial kini sudah terintegrasi dengan sistem monetisasi.
“Kalau dilarang mengkomersilkan, ya repot juga. Sekarang di Instagram atau Facebook ada dolarnya. Masak cuma cuplikan gol saja dilarang? Harusnya ada keringanan. Karena saya sendiri juga konten kreator, dari situ bisa dapat 200–300 dolar sebulan,” ungkapnya.
Aturan pembatasan dokumentasi penonton di stadion masih abu-abu
Sementara itu, Dewan Pembina Panser Biru, Ade Bhakti, menilai aturan pembatasan dokumentasi masih belum jelas. Menurutnya, perlu ada sosialisasi dan edukasi agar tidak menimbulkan salah paham antara penonton, suporter, dan stasiun televisi.
“Saya ingin coba [bikin konten] nanti, biar tahu sejauh mana. Aturannya juga abu-abu, ya tunggu saja edukasi dari pihak terkait. Kalau dapat teguran, ya saya terima sebagai bentuk edukasi untuk masyarakat,” tuturnya.
Panser Biru berharap regulasi yang mengatur dokumentasi di stadion tidak terlalu kaku. Mereka menilai aktivitas konten kreator justru bisa memberikan dampak positif bagi promosi klub dan meningkatkan animo masyarakat untuk kembali mendukung PSIS Semarang.
BACA JUGA: Resmi Terlantik, DPP Panser Biru 2025-2028 Prioritaskan Konsolidasi Internal





