SEMARANG, beritajateng.tv – Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan pengembangan Kawasan Candi Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) berpotensi besar meningkatkan ekonomi wilayah.
Sumarno mengungkap hal tersebut saat ia menemani Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang meninjau progres proyek ini.
“Pengembangan DPSP Borobudur ini, bagian untuk meningkatkan ekonomi Jawa Tengah,” ujar Sumarno saat kunjungan berlangsung.
Dalam pengembangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berperan aktif dalam penyediaan lahan 10,74 hektare untuk Pasar Seni Kujon.
BACA JUGA: Video Pentas Budaya Lokal di Desa Ngaran Borobudur Magelang
Pasar ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk museum, area parkir, pusat kuliner, produk UMKM, serta amphitheater.
Semua ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan pelatihan seni serta budaya bagi mereka.
Sumarno menambahkan, ekonomi Jawa Tengah selama ini didorong oleh sektor konsumsi, terutama dari pariwisata. Karena itu, Pemprov Jawa Tengah mendukung penuh pengembangan DPSP Borobudur untuk memperkuat sektor ini.
“Kami sangat senang hati dan men-support pengembangan kawasan Borobudur,” tambahnya.
BACA JUGA: Borobudur International Tourism Expo 2024, Dukung Sektor Pariwisata Jawa Tengah Pasca-Pandemi
Menteri Luhut juga menegaskan bahwa tidak ada perubahan fungsi lahan di kawasan ini. Sawah dan lahan pertanian tetap terlindungi sehingga petani tetap bisa mengelola lahannya.
Selain itu, semua bangunan harus menggunakan arsitektur Jawa atau Borobudur, guna menjaga kelestarian budaya lokal.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jateng, Pemkab Magelang, serta stakeholder terkait lain, atas semua dukungannya sehingga penataan ulang Kawasan Borobudur dapat berjalan dengan baik,” ucap Luhut.
Selain Candi Borobudur, rombongan juga meninjau beberapa proyek lain di sekitar kawasan. Termasuk pembangunan Lapangan Borobudur, Pasar Seni dan Museum Borobudur, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Pasuruhan, serta Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur Magelang.
Semua proyek tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan wilayah yang berkelanjutan. (ant)





