SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah (Jateng) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jateng mengalami peningkatan pada November 2025. Total kunjungan wisman tercatat sebanyak 3.128 kunjungan.
Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik Jateng Wisnu Nurdiyanto menyebut, wisman yang masuk ke Jawa Tengah paling banyak melalui jalur laut. Hal itu ia ungkap dalam Siaran Langsung Rilis Indikator Strategis Jawa Tengah, Senin, 5 Januari 2026.
“Pada November 2025 tercatat 3.128 kunjungan wisman ke Jateng. Sebanyak 41 kunjungan masuk melalui Bandara Adi Sumarmo, 1.365 kunjungan melalui Bandara Ahmad Yani, dan 1.722 kunjungan melalui Pelabuhan Tanjung Emas,” ujar Wisnu.
Wisnu menjelaskan, lima negara asal wisman terbanyak yang berkunjung ke Jawa Tengah pada November 2025 yakni Amerika Serikat, Malaysia, China, Kanada, dan Inggris.
“Lima negara terbesar yang warganya berkunjung ke Jawa Tengah adalah Amerika Serikat, Malaysia, China, Kanada, dan Inggris,” katanya.
Transportasi Internasional Alamai Kenaikan, Domestik Justru Menurun
Selain wisman, BPS Jawa Tengah juga mencatat dinamika pergerakan penumpang angkutan udara dan laut selama November 2025. Wisnu menyebut, secara bulanan angkutan internasional mengalami peningkatan, sementara angkutan domestik justru menurun.
“Pada November 2025 secara bulanan jumlah penumpang pada moda transportasi udara dan laut mengalami peningkatan untuk angkutan internasional, tetapi untuk domestik mengalami penurunan,” jelas Wisnu.
BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan Jateng Meningkat, Wakil Ketua DPRD Bagi Cara Dongkrak Pariwisata
Untuk angkutan udara domestik, jumlah penumpang keberangkatan dan kedatangan tercatat turun cukup dalam dibanding bulan sebelumnya.
“Angkutan udara domestik mengalami penurunan, baik keberangkatan maupun kedatangan. Masing-masing turun 12,9 persen dan 15,85 persen dibanding Oktober 2025,” ujarnya.
Menurut Wisnu, salah satu faktor utama penurunan tersebut adalah penutupan sementara rute penerbangan Halim Perdana Kusuma–Ahmad Yani Semarang dan sebaliknya.
Sementara itu, kata dia, penerbangan udara internasional justru menunjukkan tren positif.
“Jumlah penumpang keberangkatan internasional naik 1,64 persen, dari 6.040 penumpang pada Oktober menjadi 6.139 penumpang pada November 2025. Kedatangan penumpang internasional juga meningkat 2,38 persen, dari 6.140 menjadi 6.286 penumpang,” katanya.
Peningkatan tersebut, lanjut Wisnu, karena dorongan pergerakan jemaah umrah di Bandara Adi Sumarmo serta adanya penerbangan internasional rute Semarang–Kuala Lumpur dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Untuk angkutan laut domestik, BPS mencatat penurunan penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan.
“Angkutan laut domestik turun masing-masing 18,79 persen untuk keberangkatan dan 22,9 persen untuk kedatangan,” ungkap Wisnu.
Sebaliknya, angkutan laut internasional mengalami peningkatan signifikan.
“Pada November 2025 tercatat 1.926 penumpang keberangkatan dan 1.941 penumpang kedatangan angkutan laut internasional. Hal ini karena adanya dua kapal pesiar berbendera Norwegia yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,” ujarnya.
Jumlah Wisatawan Domestik Bulanan Turun, Kumulatif Masih Tumbuh
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada November 2025 tercatat mengalami penurunan tipis daripada bulan sebelumnya.
“Jumlah perjalanan wisnus asal Jateng pada November 2025 tercatat 11,16 juta perjalanan, turun 0,39 persen dibanding Oktober. Wisnus dengan tujuan Jateng sebanyak 11,21 juta perjalanan, turun 1,39 persen,” jelas Wisnu.
BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan Semarang Tembus 7,6 Juta, Wali Kota Optimistis Lampaui Target 2025
Ia menyebut, penyebab penurunan tersebut karena sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga kalender kegiatan.
“Pada November ini curah hujan cukup tinggi. Selain itu juga bertepatan dengan ujian akhir semester di Jawa Tengah. Dari sisi event, bulan Oktober lebih banyak event, sedangkan November lebih bersifat lokal,” katanya.
Beberapa event nasional yang tetap berlangsung pada November 2025 antara lain Borobudur Marathon di Magelang dan International Mask Festival di Solo. Jika dibandingkan dengan November 2024, kunjungan wisnus ke Jawa Tengah justru mengalami kenaikan tipis.
“Secara tahunan, perjalanan wisnus ke Jawa Tengah pada November 2025 naik 0,36 persen dari November 2024. Event-event besar tersebut lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Wisnu.
Secara kumulatif, BPS mencatat peningkatan jumlah perjalanan wisnus asal Jawa Tengah sepanjang Januari hingga November 2025.
“Jumlah perjalanan wisnus asal Jawa Tengah secara kumulatif tercatat 128,74 juta perjalanan atau meningkat 7,39 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, kunjungan wisnus dengan tujuan Jawa Tengah secara kumulatif mencapai 133,92 juta perjalanan, atau turun tipis 0,49 persen daripada periode yang sama tahun lalu.
“Kunjungan wisnus ke Jawa Tengah harapannya meningkat pada momen Natal dan Tahun Baru Desember 2025, yang datanya akan kami rilis bulan depan,” pungkas Wisnu.
Berdasarkan asal wilayah, kunjungan wisnus ke Jawa Tengah pada November 2025 masih didominasi perjalanan intra Jawa Tengah.
Adapun tiga provinsi asal wisnus terbesar ke Jawa Tengah yakni Jawa Barat sebanyak 841 ribu perjalanan, tersusul Daerah Istimewa Yogyakarta 794 ribu perjalanan, dan Jawa Timur 620 ribu perjalanan.
“Dari 11,21 juta perjalanan wisnus ke Jawa Tengah, sebanyak 8,03 juta merupakan perjalanan intra Jawa Tengah. Sementara 3,18 juta perjalanan berasal dari provinsi lain,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila













