SEMARANG, beritajateng.tv – Aktris Aurelie Moeremans membagi pengalaman kelam dalam hidupnya melalui buku digital berjudul Broken Strings.
Dalam bukunya, ia mengisahkan perjalanan pahit sejak memasuki dunia hiburan pada usia 15 tahun.
Pengalaman penuh luka dalam hidupnya yang Aurelie alami ketika ia belum remaja mulai dari grooming, pelecehan, dan kekerasan seksual yang baru ia pahami ketika beranjak dewasa.
BACA JUGA: Mediasi Tripartit II Pekerja dan Manajemen Suara Merdeka Masih Buntu, Opsi Jalur PHI Mulai Disiapkan
Pada bagian awal buku, Aurelie menceritakan awal kariernya di industri hiburan Tanah Air sebagai remaja blasteran Belgia-Indonesia yang minim pengalaman.
Ia sempat merasa kesulitan ketika berada di Indonesia karena belum menguasai sepenuhnya Bahasa Indonesia.
Di tempat kerja, lingkungannya penuh dengan orang yang lebih dewasa darinya.
Hal ini membuat Aurelie rentan dengan sebuah manipulasi, yang baru ia sadari dalam waktu belakangan bahwa hal tersebut adalah bentuk grooming.
Ketika itu, Aurelie masih belum memahami jika perlakuan yang ia terima tersebut merupakan kekerasan.
Pelaku menggunakan pendekatan yang halus dan manipulatif, membuat ia merasa aman sekaligus bergantung secara emosional.
Viral dan Dukungan Suami untuk Speak Up
Cerita yang tertuai dalam buku Broken Strings ini, viral di media sosial dan banyak menarik simpati publik. Banyak warganet yang tersentuh, marah dan ikut merasakan trauma yang di alami Aurelie.
Dalam akun Instagram resminya @aurelie, ia menjelaskan bahwa keputusan untuk speak up tidak lepas dari dukungan suaminya, Tyler Bigenho.
Ia menjadi sosok penting yang meyakinkan Aurelie bahwa kisahnya perlu dibagikan, bukan hanya sebagai pelepasan luka pribadi, tetapi juga sebagai pengingat bahwa kasus serupa benar-benar terjadi.
Mantan yang Terseret dan Perjalanan Penyembuhan
Mantan Aurelie yaitu Roby Tremonti, ikut terseret dengan viralnya buku tersebut.
BACA JUGA: Apa itu Child Grooming? Viral Lewat Kisah Masa Lalu Aurelie Moeremans
Melalui unggahan yang ramai dibagikan akun gosip @lambe_turah, Roby disebut “koar-koar” di media sosial dan mengaku bungkam selama 16 tahun terkait kisah masa lalu tersebut.
Namun, terlepas dari pengalaman hidupnya yang penuh luka, Aurelie Moeremans tetap konsisten berkarya di dunia film.
Kini ia dan suaminya tinggal di Amerika Serikat sembari menunggu kelahiran buah hatinya.
Aurelie menegaskan bahwa menulis Broken Strings adalah bagian dari proses penyembuhan.
Ia berharap kisahnya dapat menjadi pelajaran sekaligus penguat bagi para korban agar berani bersuara. (*)





