Menyapa Nusantara

Bukan Semarang, BPS Ungkap Daerah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah di Jateng

×

Bukan Semarang, BPS Ungkap Daerah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah di Jateng

Sebarkan artikel ini
pengangguran jawa tengah CPNS dan PPPK Kemenag RI
Ilustrasi mencari pekerjaan. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kabupaten Temanggung berhasil mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) terendah di Jawa Tengah tahun 2024. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), angka TPT di kabupaten ini hanya 2,35 persen.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik BPS Jawa Tengah mencatat penurunan tingkat pengangguran terbuka di provinsi ini selama lima tahun terakhir.

Angka pengangguran tertinggi terjadi pada 2020, dengan mencapai 6,48 persen akibat pandemi Covid-19. Namun, sejak saat itu, angka pengangguran terus turun setiap tahunnya.

Pada 2021, tingkat pengangguran di Jawa Tengah tercatat sebesar 5,95 persen, dan menurun menjadi 5,57 persen pada 2022. Tren penurunan ini berlanjut hingga 2023 dengan angka 5,13 persen.

BACA JUGA: KPU RI Sebut Jawa Tengah Titik Rawan Pilkada 2024: Persaingan Ketat Antar Pasangan Calon

Berdasarkan data terbaru dari BPS, per Agustus 2024, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah tercatat sebesar 4,78 persen. Artinya, dari 100 orang angkatan kerja, empat hingga lima orang tidak bekerja aktif.

Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung, Hendra Supriyana, pun mengungkap angka tingkat pengangguran terbuka di wilayahnya hanya 2,35 persen.

“Mendapatkan angka 2,35 persen artinya tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Temanggung paling rendah se-Jawa Tengah,” ujar Hendra, Minggu, 17 November 2024.

Hendra berharap capaian ini dapat mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Temanggung. Saat ini, IPM Temanggung berada pada angka konstan 71.

“Kategori ini termasuk sangat tinggi menurut Bappenas karena sudah berada di atas angka 70,” jelasnya.

BACA JUGA: Optimalkan Susu Sapi Perah Boyolali, Kemenkop Bakal Fasilitasi Alat Pendingin dan Pabrik Pengolahan

Hendra optimistis, dengan rendahnya tingkat pengangguran, pendapatan per kapita masyarakat Temanggung juga akan meningkat.

“Diharapkan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai secara bertahap,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya arah pembangunan yang sesuai dengan kondisi riil.

“Jangan sampai arah kebijakan pembangunan kita tidak berlandaskan pada posisi yang nyata,” tegasnya.

Melalui fokus pada sektor unggulan, Temanggung harapannya dapat mempertahankan stabilitas ekonominya dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. (ant)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp