SEMARANG, beritajateng.tv – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang mencanangkan Bulan Dana PMI Tahun 2026. Program penggalangan sumbangan sukarela tersebut menargetkan dana sebesar Rp1,7 miliar.
Target tersebut membutuhkan inovasi agar partisipasi masyarakat dapat mendukung optimalisasi program PMI Kabupaten Semarang.
Apalagi, kondisi perekonomian saat ini menjadi tantangan dalam pelaksanaan Bulan Dana PMI. Karena itu, panitia menyiapkan strategi penggalangan dana yang tidak memberatkan masyarakat.
Ketua Umum Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang 2026, Bondan Marutohening, mengatakan sasaran program mencakup masyarakat, ASN, TNI/Polri, serta pihak swasta.
Namun, kondisi ekonomi saat ini menjadi tantangan bagi panitia. Menurut Bondan, penggalangan dana harus berlangsung kreatif dan tidak membebani masyarakat. Bentuk penggalangan dana tersebut masih akan ԁikonsolidasikan bersama PMI Kabupaten Semarang.
BACA JUGA: Asah Skill, 25 Relawan PMI Kabupaten Semarang Ikuti Pelatihan Khusus Pertolongan Pertama Kecelakaan
“Bentuknya nanti seperti apa, akan ԁikonsolidasikan secepatnya bersama dengan PMI Kabupaten Semarang. Tetapi penekanannya jangan sampai membebani masyarakat,” jelas Bondan.
Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengatakan Bulan Dana PMI mengusung semangat gotong royong.
Semangat tersebut melibatkan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Semarang. Partisipasi juga ԁiharapkan datang dari ASN, non-ASN, perusahaan swasta, dan berbagai pihak lainnya.
“Mari sisihkan sebagian kecil penghasilan untuk berpartisipasi dalam Bulan Dana PMI, untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah maupun yang menjadi korban bencana alam,” kata Bupati.
BACA JUGA: Kantongi 20 dari Total 21 Suara Sah, Moh Taufik Resmi Jadi Ketua PMI Kabupaten Semarang 2026-2031
Menurut Ngesti, dukungan masyarakat juga dapat membantu berbagai kegiatan sosial dan aksi kemanusiaan PMI Kabupaten Semarang.
Selain itu, PMI bersama Pemkab Semarang dan Baznas Kabupaten Semarang tengah menyiapkan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara (NTT).
Bantuan tersebut juga melibatkan ASN Kabupaten Semarang. Hingga saat ini, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp53 juta.





