“Sebagai orang Kristen kadang suka ironis melihat makin kesini makin banyak oknum hamba Tuhan yang menjadikan gereja dan jemaatnya sebagai lahan bisnis keluarga. Kayaknya semua gereja perlu ada audit keuangan dari lembaga pihak ketiga,” imbuh seorang warganet.
“Di Indonesia jualan agama emang segampang dan seprofit itu, kenapa? karena SDM kita kebanyakan gampang orang bodoh-bodohi,” komentar warganet. (*)





