Ungaran, 26/7 (BeritaJateng.tv) – Pembenahan dan peningkatan pengelolaan cabang olahraga sedang terjadi perubahan besar bagi Taekwondo Indonesia. Semenjak diluncurkan serta diresmikannya Program Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali di Jakarta 6 Juli 2022 awal kemarin.
Sebagai pelopor management berbasis digital dan online, Taekwondo Indonesia terus melakukan sosialisasi program TIIS secara merata ke seluruh Indonesia.
Salah satu contoh Sosialisasi Program TIIS untuk wilayah Jawa Tengah digelar di Kebon Raja Ungaran, kabupaten Semarang dengan dihadiri seluruh perwakilan Pengkab maupun Pengkot se Jateng. Dengan dibuka oleh perwakilan dari Pengurus Pusat PBTI.
Kegiatan ini merupakan langkah modernisasi di bidang olahraga. Semua data base atlit, pelatih, wasit, pengurus dan penguji semua masuk ke dalam system untuk kemudahan akses data dan menghindari kesalahan data.
Hal tersebut diungkapkan ketua pelaksana kegiatan sosialisasi Deddi Fajar Wijaya yang aktif di Taekwondo selaku Bidang Lit Bang PengProv Jateng dan juga merangkap PLT Ketua Taekwondo Kabupaten Semarang.
“Bahwa pendaftaran ujian, pendaftaran kejuaraan maupun diklat, kelak apabila system ini sudah berjalan akan berbasis aplikasi sehingga tidak ada lagi proses pemberkasan yang ber lembar lembar serta lebih praktis dan cepat,” tutur Deddi Fajar Wijaya.
Dilain sisi atlet tinggal memilih kejuaraan mana yang hendak di ikuti melalui aplikasi. Semua data base atlet sudah ter rekam di dalam system. Hasil dari kejuaraan juga akan ter rekam dan ter rangking secara nasional.
“Keaktifan atlet akan tercatat di system dan poin nya diakumulasi. Dengan demikian proses talent scouting juga akan lebih mudah dan akurat karena berdasarkan perolehan poin atlet atas keaktifan dan prestasinya,” ucap pria yang dalam beberapa kegiatan taekwondo di Kabupaten Semarang, selalu tampil energik ini.





