Jateng

Cegah Kemacetan Selama Mudik Lebaran, Dishub Awasi Tiga Terminal Bayangan di Semarang

×

Cegah Kemacetan Selama Mudik Lebaran, Dishub Awasi Tiga Terminal Bayangan di Semarang

Sebarkan artikel ini
Cegah Kemacetan Mudik Lebaran, Dishub Awasi Tiga Terminal Bayangan di Semarang
Terminal bus bayangan di Jalan Siliwangi, Krapyak, Semarang Barat. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan mulai meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan terminal bayangan di sejumlah ruas jalan protokol selama arus mudik Lebaran 2026.

Keberadaan titik-titik tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama ketika aktivitas penumpang meningkat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan pihaknya telah memetakan beberapa lokasi yang selama ini sering menjadi terminal bayangan. Di antaranya berada di Jalan Sukun, Banyumanik, jalan Siliwangi, dan Terboyo.

Menurut Danang, pengawasan terhadap titik-titik tersebut akan pihaknya perketat selama masa mudik maupun arus balik Lebaran.

“Kami sudah memetakan beberapa titik yang sering menjadi terminal bayangan, seperti di Banyumanik, Siliwangi, dan Terboyo. Selama masa mudik ini pengawasan akan kami intensifkan agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan utama,” kata Danang.

Ia menjelaskan, aktivitas terminal bayangan biasanya muncul karena adanya kendaraan yang menurunkan atau menaikkan penumpang di luar terminal resmi. Kondisi ini sering memicu perlambatan arus lalu lintas di jalur-jalur padat.

Namun demikian, Danang memperkirakan aktivitas terminal bayangan saat arus mudik tahun ini tidak akan terlalu ramai.

BACA JUGA: Terminal Bayangan Bikin Macet, Dishub Minta Bus Angkut Penumpang di Terminal Resmi

Hal tersebut lantaran banyaknya program mudik gratis yang pemerintah maupun instansi lainnya selenggarakan.

“Sekarang ada banyak program mudik gratis, baik dari pemerintah maupun Polri. Biasanya peserta mudik sudah di fasilitasi transportasi dari titik keberangkatan hingga lokasi tujuan. Sehingga potensi munculnya terminal bayangan bisa lebih di tekan,” ujarnya.

Dalam skema mudik gratis tersebut, kendaraan milik peserta biasanya akan di angkut menggunakan truk. Sementara para pengendara di fasilitasi bus untuk perjalanan jarak jauh.

“Peserta mudik yang membawa kendaraan biasanya sudah difasilitasi. Kendaraannya diangkut menggunakan truk, sementara pengendaranya menggunakan bus yang sudah disiapkan hingga ke titik tujuan,” jelas Danang.

Meski demikian, Dinas Perhubungan Kota Semarang tetap menyiapkan petugas yang melakukan pemantauan secara mobile di sejumlah titik rawan.