Jateng

Cegah Keracunan, Dishanpan Semarang Uji Lab Bahan Pangan MBG dan Beri Pelatihan SPPG

×

Cegah Keracunan, Dishanpan Semarang Uji Lab Bahan Pangan MBG dan Beri Pelatihan SPPG

Sebarkan artikel ini
Cegah Keracunan, Dishanpan Semarang Uji Lab Bahan Pangan MBG dan Beri Pelatihan SPPG
Pelatihan SPPG lab kit pengecekan bahan baku MBG bersama Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca maraknya kasus keracunan di sejumlah daerah.

Salah satu upayanya, dengan memberikan pelatihan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta memperketat pengecekan keamanan bahan pangan.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Eko Yuniarto, mengatakan hingga saat ini belum ada kasus keracunan MBG di Kota Semarang. Namun, langkah antisipasi tetap melalui pembinaan rutin kepada SPPG.

BACA JUGA: Dugaan Keracunan MBG di SDN Ungaran 01, Bupati Semarang: SPPG Jangan Kesampingkan SOP

“Alhamdulillah di Semarang tidak ada temuan, tapi kami tetap berupaya melakukan antisipasi dengan memberikan pembinaan ke SPPG,” jelas Eko.

Selain pelatihan, pihaknya juga melakukan bahan-bahan makanan dari dapur MBG yang ada di Kota Semarang. Bahkan, mobil keamanan pangan berkeliling melakukan uji sampling bahan makanan di pasar-pasar tradisional.

Dinas Ketahanan Pangan juga membentuk kader pangan untuk memantau kualitas bahan makanan di pasar tradisional. Setiap harinya, mobil keamanan pangan bisa mendatangi hingga empat pasar sekaligus, sekaligus mengecek langsung dapur MBG di Semarang.

“Kami juga memantau MBG yang sudah terdistribusi ke sekolah. Dapur MBG wajib mengirimkan sampel bahan makanan, dan jadwal distribusi pun kami awasi agar makanan tidak terlalu lama di perjalanan,” tegas Eko.

Sementara itu, Koordinator SPPG Kota Semarang, Raesa Oktavia menambahkan pihaknya juga mendapatkan bantuan dari Dinas untuk mengecek bahan baku yang digunakan sebelum dilakukan produksi dengan pengujian sampel.

“Jadi kami tahu apakah aman untuk diproduksi atau tidak, selain itu jam produksi dan distribusi juga diperhatikan,” jelasnya.

Selain bahan baku, SPPG juga harus memperhatikan jam produksi dan distribusi. Makanan memiliki waktu konsumsi tertentu, sehingga koordinasi dengan sekolah penerima terus kami lakukan.

Menurutnya, penyimpanan bahan pangan juga menjadi perhatian utama. Dengan pengawasan yang ketat, harapannya program MBG di Semarang berjalan lancar, aman, dan memberi manfaat nyata bagi kesehatan siswa.

“Dinas juga memantau bahan baku, termasuk penyimpanannya. Karena kadang juga ada mungkin penyimpanannya,” ujarnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp