Politik

Copoti Baliho Anies-AHY Buntut Dikhianati Anies, Demokrat Jateng: Kalau Pilih Cak Imin Bilang dari Awal

×

Copoti Baliho Anies-AHY Buntut Dikhianati Anies, Demokrat Jateng: Kalau Pilih Cak Imin Bilang dari Awal

Sebarkan artikel ini
Partai Demokrat Jateng | Anies Cak Imin
Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Rinto Subekti saat menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Jateng, Jumat, 12 Mei 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Terpilihnya Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Cawapres pendamping Anies Baswedan mengejutkan berbagai pihak, tak terkecuali Partai Demokrat yang emosi atas keputusan sepihak tersebut.

Ketua DPD Demokrat Jateng, Rinto Subekti menyebut semestinya Anies patuh akan hasil kesepakatan Tim 8 yang terdiri dari para petinggi NasDem, Demokrat, dan PKS. Menurutnya, berdasarkan kesepakatan bersama Tim 8, Anies telah mantap memilih AHY sebagai Cawapresnya.

Melalui sepucuk surat yang diunggah oleh Partai Demokrat, tertulis permintaan Anies yang mengajak putra Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu untuk bersanding dengan dirinya sebagai Cawapres dalam Pemilu 2024 mendatang.

BACA JUGA: Demokrat Sebut Dipaksa Terima Keputusan Pasangan Anies-Gus Imin

“Padahal tanggal 25 Agustus kemarin Anies sudah kirim surat ke Mas AHY, isinya jelas memilih AHY sebagai Cawapresnya. Tetapi pas tanggal 30 Agustus Anies dan NasDem memutuskan sepihak untuk mengusung Cak Imin jadi Cawapres. Dia jelas-jelas melanggar aturan karena sudah ada kesepakatan bersama Tim 8,” ucap Rinto, Jumat, 1 September 2023.

Ia pun menuding Anies telah berkhianat karena mengingkari hasil kesepakatan dengan Tim 8. Luapan kekecewaan itu terlampiaskan dengan pencopotan baliho Anies-AHY di berbagai daerah, termasuk Jateng.

“Ini jadi sikap meluapkan emosi para kader partai terutama di Jawa Tengah karena sangat mendadak Anies memutuskan menggandeng Cak Imin sebagai cawapresnya,” tegas Rinto.

Kecewa Anies pilih Cak Imin, kader Demokrat copoti baliho Anies-AHY

Rinto menilai, pencopotan baliho Anies-AHY di sejumlah daerah menjadi hal yang wajar baginya. Hal ini mengingat banyaknya kader Demokrat yang meluapkan kekecewaannya kepada Anies atas pilihannya tersebut.

“Ya wajar Demokrat merasa dikhianati. Kalau mau milih Cak Imin ya mending lebih baik dari awal saja mengatakan kalau Cawapresnya adalah Cak Imin. Tentu gak akan jadi persoalan. Jadinya, apa yang kami lakukan tadi malam (mencopot baliho) semata untuk meluapkan kekecewaan kami. Apalagi kami sudah tahu persis apa saja hasil piagam perubahan dan isi kesepakatannya, yakni Mas AHY yang menjadi pendampingnya Anies,” pungkasnya.

Sebelumnya, PKB yang menaungi Cak Imin telah mendeklarasikan dukungan kepada Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pada Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), Cak Imin tersandingkan sebagai Cawapres Prabowo.

BACA JUGA: Tanggapi Soal Gibran Jadi Cawapres Prabowo Serta Wacana Duet Ganjar-Anies, Ini Kata Fadli Zon

Akan tetapi, peluang Cak Imin menjadi cawapres Prabowo meredup setelah bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar dalam koalisi tersebut. Menurut dugaan, Prabowo akan lebih memilih Erick Thohir sebagai Cawapres. Adapun nama Menteri BUMN itu ialah sodoran dari PAN.

Puncaknya, PKB berang setelah Prabowo Subianto mereka anggap mengubah nama koalisi tersebut menjadi Koalisi Indonesia Maju secara sepihak. Mereka menilai pengubahan nama tersebut sebagai pengkhianatan terhadap Piagam Sentul. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp