SEMARANG, beritajateng.tv – Hujan mengguyur wilayah Kabupaten Semarang pada Kamis (11/5) berimbas terjadinya longsor di wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra membenarkan adanya bencana alam tersebut.
“Kejadian tanah longsor terjadi sesaat setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Semarang, termasuk di Desa Wirogomo Kecamatan Banyubiru pada Kamis Sore kemarin. Kejadian tanah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat situasi masih hujan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” jelas Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra, Jumat (12/5/2023).
Pihaknya juga menjelaskan bahwa kejadian bencana longsor kali ini menimpa talud rumah Rosnadi (60th), dengan panjang kurang lebih 15 meter dan tinggi 10 meter.
“Karena sejak kejadian hingga malam cuaca masih kurang mendukung untuk evakuasi atau pembersihan matrial longsor. Pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB personil Polsek Banyubiru dan BPBD Kabupaten Semarang mengerahkan alat berat. Bersama Bhabinsa Wirogomo, perangkat desa dan warga melakukan pembersihan matrial yang menutup akses jalan utama desa Wirogomo,” pungkas Kapolres.
Longsor di Semarang, Tetap Waspada!
Kapolres Semarang kembali menyampaikan himbauan kepada warga Kabupaten Semarang untuk antisipasi dan pengamatan dini apabila cuaca kurang mendukung dengan hujan intensitas tinggi. Selain itu melakukan komunikasi baik dengan perangkat desa maupun Bhabinkamtibmas untuk melakukan langkah-langkah antisipasi agar tidak timbul korban jiwa.
Di lokasi kejadian, Bhabinkamtibmas Wirogomo Bripka Leonardo mengatakan, pada Jumat (12/5) sekitar pukul 13.30 WIB material longsor sudah tidak mengganggu akses utama desa.
“Alhamdulillah kegiatan pembersihan bersama instansi terkait, material longsor sudah bisa kita tepikan. Untuk jalur utama desa sudah bisa dilalui kembali untuk ukuran 1 unit kendaraan roda 4,” ucap Bripka Leonardo (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





