Hal ini tentunya menjadi pertanyaan bagi kita semua, bagaimanakah sistem pertahanan kita? Kenapa bisa sampai kapal imigran gelap mendarat di Indonesia berkali-kali. Dimanakah TNI Angkatan Laut kita? Dimanakah Polairud kita?
Kejadian lolosnya warga asing dalam jumlah besar di pulau Indonesia tentunya harus menjadi evaluasi, instrospeksi, serta perhatian bagi sistem pertahanan negara kita? Di Pulau Sabang yang wilayahnya besar saja bisa lolos? Bagaimana dengan pulau yang kecil serta terpencil? Bagaimana kalau ada penyusup masuk?
Hal yang membuat semakin menggelitik adalah ternyata penanganan untuk etnis Rohingya di Aceh kurang cepat. Bahkan membuat keresahan warga Aceh sehingga terjadi demonstrasi dimana-mana. Pihak pemerintah pusat baru merespon cepat setelah kejadian sudah viral serta sudah terjadi konflik.
Hal yang sangat disayangkan adalah ada seorang pejabat negara yang menyampaikan statement bahwa etnis Rohingya akan ditempatkan di Pulau Galang. Kemudian ditambah statement dari badan internasional yang menyampaikan bahwa supaya etnis Rohingya ditaruh di sebuah pulau aman, kemudian diberikan pendidikan, kesehatan, dan diberikan KTP Indonesia.
Bagi saya pribadi tidak sependapat tentang hal demikian. Kenapa? Kita saja yang warga biasa yang ingin pergi ke luar negeri harus memakai paspor dan Visa serta apabila kita melanggar akan dideportasi oleh pihak imigrasi.
Kemudian alasan selanjutnya bahwa kalau mereka diberikan KTP Indonesia, bagaimana kita bisa yakin bahwa diantara ribuan warga Rohingya yang datang ke Aceh tidak ada penyusup. Bagaimana kalau diantara sekian ada penyusup yang memiliki misi tertentu, pasti akan membahayakan keamanan serta kedaulatan bangsa Indonesia.
Kemudian apabila kita memposisikan sebagai warga Aceh yang dulu pernah menerima dengan baik, kemudian ternyata setelah dibantu dengan baik malah membuat ulah. Dan ada yang memperkosa, bagaimana perasaan orang tua tersebut merasakan anaknya trauma seumur hidup karena diperkosa. Kemudian apakah kalian juga merasakan bahwa setiap hari warga Aceh diliputi dengan perasaan waswas tidak tenang apabila terjadi apa-apa karena semakin banyaknya jumlah warga Rohingya yang datang ke Aceh.





