Jateng

Dewan Minta Pelaku Buang Sampah Sembarangan Dapat Sanksi Tegas

×

Dewan Minta Pelaku Buang Sampah Sembarangan Dapat Sanksi Tegas

Sebarkan artikel ini
Dewan Minta Pelaku Buang Sampah Sembarangan Dapat Sanksi Tegas
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Nunung Sriyanto. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Prihatin dengan masih banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang berharap ada tindakan dan sanksi tegas bagi pelaku.

Hal Ini kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Nunung Sriyanto, Sabtu, 7 Juni 2025.

Nunung bahkan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperbanyak tong sampah maupun tempat pembuangan sampah sementara.

Menurutnya, problem sampah di kota Semarang sudah pada tingkat mengkhawatirkan. Sebab dari data yang ia miliki, hampir setiap hari lebih dari 1.200 ton sampah terbuang ke tempat pembuangan akhir.

BACA JUGA: Semarang Bersih, Program Agustina-Iswar Kelola Sampah dari Hulu ke Hilir

“Semarang ini sudah darurat sampah, karena setiap hari itu sampah mencapai 1.200 ton,” ujar Nunung.

Ia menyebut jika DPRD maupun instansi terkait harus bersama-sama turun ke lapangan meninjau Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang kurang layak.

“Sebenarnya Perdanya sudah ada, aturannya sudah ada. Tapi penegakan Perda yang perlu kita buka lagi, kita bicarakan lagi supaya lebih tegas.

Untuk itulah, lanjut Nunung, dengan adanya pembahasan perubahan Perda tentang penanganan sampah. Dia berharap nantinya dapat menjadi solusi dalam menangani sampah di kota semarang.

Termasuk memasukkan sanksi lebih tegas bagi para pelaku buang sampah sembarangan, sebab masih banyak ditemukan sampah dibuang di taman kota maupun di sungai ataupun drainase.

Sementara itu, Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin memastikan permasalahan sampah akan menjadi fokus dari kepemimpinan Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestutu dan dirinya. Salah satunya saat ini digalakkan pengelolaan sampah mulai dari rumah.

“100 hari kerja Agustina-Iswar ini, terutama kaitannya dengan pilah sampah. Kita itu pingin memunculkan habit atau kebiasan masyarakat untuk memilah sampah dari rumah masing-masih. Kenapa ini diperlukan? Karena persoalan plastik ini sudah sangat menganggu lingkungan,” papar Iswar.