“Monitoring dan evaluasi sudah berjalan cukup baik. Tinggal bagaimana diarahkan agar program-program yang dibiayai BOP benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lingkungan. Seperti kegiatan sosial, peningkatan kapasitas warga, atau penguatan kebersamaan,” katanya.
Dhani menambahkan, optimalisasi pemanfaatan BOP RT juga perlu adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Dengan pengelolaan yang terbuka, ia yakin kepercayaan publik terhadap program bantuan ini akan semakin meningkat.
Ia berharap, pada tahun 2026 mendatang, sisa anggaran BOP RT bisa ditekan seminimal mungkin. Tentunya, lanjut dia, harus seiring dengan perbaikan sistem, penyederhanaan prosedur. Serta meningkatnya pemahaman pengurus RT dan RW mengenai manfaat program tersebut.
“Kalau pengelolaannya semakin baik dan mudah dalam aksesnya. Saya yakin BOP RT bisa menjadi instrumen yang efektif untuk memperkuat kegiatan masyarakat. Dan meningkatkan kesejahteraan warga di tingkat lingkungan,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





