“Mudah-mudahan Bu Dewi ini bisa menjadi salah satu pilihan kita partai Golkar. Selaku pimpinan partai Golkar, kami harus jeli untuk mesurvei dan secara insting memilih. Tidak hanya asal ‘bondo nekat’ saja tapi ada tujuan yang jelas,” ungkap Ery.
Menurut dia, partai Golkar menginginkan pimpinan yang petarung bukan pemain, karena petarung itu berbeda. Jika pemain pasti berbicara untung rugi namun petarung pasti menyiapkan pengorbanan untuk bangsa dan negara khususnya di Kota Semarang untuk lebih bersinar. (*)
Editor: Elly Amaliyah




