SALATIGA, beritajateng.tv – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW menggelar pameran Diskomvision 2026 di Graha Sinode, Salatiga, dengan mengusung tema besar “Selaras”.
Melalui pameran tersebut, Prodi DKV UKSW ingin menegaskan bahwa karya visual orisinal tetap memiliki tempat di tengah pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Sebanyak 65 karya seni desain visual dipamerkan dalam kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan hari jadi ke-18 Prodi DKV UKSW tersebut.
BACA JUGA: Dampingi Prabowo Panen Raya, Ahmad Luthfi Sebut Budidaya Udang Memiliki Prospek Bagus
Ketua Panitia Diskomvision 2026, Peni Pratiwi mengatakan, tema “Selaras” merepresentasikan hubungan harmonis antara kreativitas seni dan pemanfaatan teknologi yang beretika.
“Pameran ini menyoroti pentingnya keselarasan dalam penggunaan teknologi secara etis. Terutama di tengah maraknya manipulasi karya melalui teknologi digital,” ungkap Peni, Senin 25 Mei 2026.
Menurut dosen Prodi DKV UKSW tersebut, mahasiswa justru didorong memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kreativitas, bukan untuk menciptakan karya palsu atau manipulatif.
“Teknologi penting untuk mengembangkan potensi di industri kreatif, bukan untuk bikin fake,” tegasnya.
Selain menjadi ruang apresiasi karya seni visual, Diskomvision 2026 juga menjadi sarana edukasi literasi digital bagi mahasiswa dan masyarakat.
Berbagai karya yang di pamerkan hadir dalam beragam media visual dengan konsep estetika dan pesan edukatif yang kuat.
Salah satu partisipan pameran, Salsha Alfitri Noviana, mengaku ikut menghadirkan stan merchandise kreatif dalam acara tersebut.
BACA JUGA: Hadirkan Pusat Studi Agama dan Relasi Kristen–Muslim, UKSW Siap Minimalkan Konflik Antar Agama
Menurut alumni DKV UKSW itu, Diskomvision menjadi wadah strategis untuk memperluas jejaring sekaligus membuka peluang kolaborasi di dunia industri kreatif.
“Saya bisa mengenal banyak seniman lain dan membangun kolaborasi yang akhirnya melahirkan berbagai inisiatif kreatif,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





